Lionel Messi atau Pele, Manakah Yang Lebih Layak Mendapatkan Gelar GOAT Sejati

oleh -234 Dilihat
Login Pokerclub88 Slot

Jakarta – Banyak opini mengatakan alasan Pele lebih pantas disebut GOAT daripada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Perdebatan mengenai sosok GOAT diperbincangkan setelah Pele meninggal dunia.

Hal ini menyusul keberhasilan Lionel Messi menjuarai Piala Dunia 2022 bersama timnas Argentina.

Baca Juga : GOAT Versi Juergen Klopp Adalah Lionel Messi

Perdebatan itu belum dihitung kehadiran Diego Maradona dan Cristiano Ronaldo yang sering masuk bursa sebagai GOAT versi penggemar di generasi masing-masing.

Sehabis kejayaan Lionel Messi memiliki prestasi yang sama dengan Maradona dengan membawa negaranya menjadi juara dunia, adu opini ini mengacu kepada dua GOAT sejati di mata fan yaitu Pele dan Messi.

Lionel Messi mengungguli Pele dalam beberapa aspek. Beberapa catatan keunggulan itu ialah jumlah gol totali Piala Dunia (Messi 13 gol, Pele 12) hingga gol kompetitif sepanjang karier menurut data FIFA (Messi 798 gol, Pele 757).

Kalau trofil Ballon d’Or tentu saja Messi menjadi rajanya karena mendapatkan 7 gelar.

Pemberian gelar top versi majalah France Football itu awalnya cuman diberikan kepada pemain asal Eropa dan kemudian menjadi pemain dari negara mana pun yang pernah berkarir di klub Eropa bisa mendapatkan gelar ini dan Pele belum pernah meraihnya secara resmi.

Pele juga tidak pernah membela klub asal Benua Biru di masa kariernya (1956-1977)

Setelah France Football melakukan pembenahan terhadap sistem dan kriteria pemberian gelar pada 2014 berlaku untuk pemain non-Eropa, Akhirnya, Pele mendapatkan apresiasi yang sepadan.

Edson Arantes do Nascimento sebagai legenda timnas Brasil berhak memenani trofi pemain terbaik pada tahun 1958, 1959, 1960, 1961, 1963, 1964, dan 1970 untuk bersanding denhan peraih Ballon d’Or yang orisinal.

Karena seremoni yang diadakan France Football 8 tahun lalu, Pele dibuat terharu.

“Saya berjanji kepada keluarga bahwa saya tak akan menangis, tetapi ini terlalu mengharukan. Saya berterima kasih kepada Tuhan yang memberikan kesehatan sehingga saya bisa bermain bertahun-tahun lamanya,” kata legenda beralias Sang Raja

“Saya tidak bermain sendiri. Semua yang saya menangi diraih bersama teman-teman.”

“Orang-orang mengingat para pemain, tetapi kita tak boleh melupakan siapa yang menyiapkan sepatu, fisioterapis, ahli pijat, saya membagi gelar ini dengan kalian semua,” tambah Pele.

Ace99Play RTP Slot Gacor

Setelah melakukan perbandingan trofi individu versi Ballon d’Or berimbang, ada banyak alasn lain yang memperkuat status Pele dianggap lebih baik dari Messi maupun CR7.

Karier Pele berlangsung saat dunia sepak bola zaman dulu lebih sukar dilakoni. Tantang itu hadir dalam bentuk kualitas permainan, teknologi, infrastruktur dan regulasi yang belum mendukung seperti sekarang.

“Bola sepak dan sepatu zaman dulu dibuat dari kulit asli dan dalam setiap tendangan, Anda bisa mendengar lenguhan terakhir dari hewan yang dikuliti tersebut,” tutur penulis Brasil, Ruy Castro

“Mereka (sepatu) sangat kasar dan berat, dan dengan rumput yang basah, sepatu jadi dua kali lebih berat dari semula,” lanjutnya.

Kalau dibandingkan teknologi serbamodern yang berkembang zaman sekarang saat sepatu pemain bola dibuat seringan mungkin untuk mendukung akselerasi dan eksekusi pemain.

Dengan perkembangan teknologi, para penyerang juga dimanjakan dengan kondisi lapang yang terus diprbagus untuk mendukung performa mereka.

Dilain sisi, di zaman Pele, untuk mencetak gol jauh lebih sulit dibanding sekarang. Karena lapangan dizaman itu dikritik masih seperti ladang kentang dan tanah peternakan serta banyak lubang dimana-mana.

Baju pemain zaman dulu juga tidak berteknologi dry fit dan jika mereka mengeluarkan keringat, jersei akan beberapa kali terasa berat di badan dan rasanya seperti menopang orang saat berlari.

Ini merupakan kesulitan pesepak bola di zaman itu jika harus melakukan sprint dan menyambut bola dengan kondisi seperti itu.

Hal lain yang mendukung bahwa sepak bola zaman dulu lebih sulit ialah regulasi yang mungkin para pemain lawan berbuat kasar dengan berbagai cara untuk menghentikannya.

Pele sudah bermain pada 1956 tetapi hingga Mei 1970 FIFA baru menerapkan aturan pemberian kartu sehingga pemain lincah seperti Pele cenderung dilanggar kasar lawan sangat tinggi.

Menurut laporan, strategi utama tim yang melawan Santos (klubnya Pele) atau timnas Brasil adalah untuk mengincar sang pemain nomor 10 dengan ataupun tanpa bola.

Pele di lapangan selama 15 tahun melawan musuh tanpa kartu kuning dan merah bagi yang melanggarnya. Oleh karena itu, setiap zaman memiliki kesulitannya masing-masing ucapan Carlo Ancelotti mengenai perdebatan GOAT mungkin bisa lebih diterima.

“Apakah Messi yang terbaik sepanjang masa? Saya tidak tahu karena selalu ada pemain yang kuat di setiap generasi,” ujar Carlo Ancelloti.

(Selena-Satupedia.com)

Gamespools Slot Gacor Situs Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.