Louis van Gaal Mengaku Sedih Ketika Dicap Sebagai Pelatih Terburuk Oleh Angel Di Maria

oleh -227 Dilihat
Login Pokerclub88 Slot

Jakarta – Di pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2022 akan menyajikan laga seru antara Belanda vs Argentina, Sabtu (10/11/22) dini hari WIB. Kondisi ternyata sudah memanas jelang laga tersebut berlangsung.

Pelatih Belanda Louis van Gaal dianggap oleh Angel Di Maria sebagai pelatih terburuk selama kariernya di dunia sepak bola.

Di Maria sebelumnya sudah mempunyai pengamalaman dilatih oleh pelatih timnas Belanda tersebut. Dirinya menilai Van Gaal sebagai penyebab dirinya tampil melempem di Manchester United. Saat itu, van Gaal dengan Di Maria pernah bekerja sama selama semusim di Old Trafford.

“Masalah saya ketika berada di Manchester United, adalah pelatih. Van Gaal adalah pelatih terburuk dalam karier saya. Saya bisa mencetak gol maupun membuat assist, dan keesokan harinya dia memindahkan posisi saya. Seolah dia tidak suka pemain lebih besar dari dirinya,” klaim Di Maria dilansir dari laman SportBible.

Baca juga : Sosok Lionel Messi Tidak Buat Kiper Timnas Belanda Gentar : Dia Manusia Biasa

Saat masih membela Setan Merah, Maria tampil kurang maksimal. Saat itu dirinya hanya sanggup mencetak empat gol serta 12 assist dalam 32 pertandingan di seluruh kompetisi musim itu.

Merespon tudingan tersebut, Louis van Gaal dalam sesi konferensi pers jelang duel kedua tim menanggapi dengan santai.Dirinya mengaku sedih dicap seperti itu oleh Di Maria.

Ace99Play RTP Slot Gacor

“Angel adalah pemain yang sangat bagus. Tetapi, menyebut saya pelatih terburuk dalam kariernya itu menyedihkan.”

“Saya tidak suka dia mengatakannya. Saya mungkin telah membuat keputusan yang buruk dengannya saat itu, tetapi kami para pelatih harus mengambil keputusan,” kata van Gaal seperti dilansir dari MARCA.

van Gaal dalam kesempatan tersebut juga membahas tentang gaya melatih pilihannya dan bagaimana filosofi yang dianutnya berkembang selama bertahun-tahun. Ia mengatakan awalnya adalah sebagai pelatih yang menganut dengan gaya menyerang.

Seiringnya berjalan waktu van Gaal mendapati berbagai pengalaman bahwa sepak bola tidak hanya soal menyerang. Tetapi menurutnya, keseimbangan dalam skema permainan menjadi yang utama.

“Di Ajax itu sangat menyerang. Di Barcelona saya belajar bahwa Anda tidak bisa selalu berpikiran menyerang. Pada level pribadi, saya lebih sabar dari sebelumnya. Mungkin kepribadian saya tidak banyak berubah dalam hal cara saya memandang sepak bola.”

“Sepak bola berkembang, sangat sulit untuk memainkan [sepak bola] menyerang sekarang. Itulah mengapa saya mulai mengembangkan sistem pertahanan,” ujarnya.

Pelatih Belanda tersebut mengaku apa yang ia pelajari selama bertahun-tahun di dunia kepelatihan membuahkan hasil di Piala Dunia 2022. Meski pendekatan yang ia usung cenderung pragmatis dalam gaya bermain Belanda, ia lebih mengutamakan hasil daripada menciptakan sepak bola indah.

“Dan kita bisa melihatnya di Piala Dunia 2022 ini, dengan hasil yang tidak terlalu buruk, dan itu semua bergantung pada pendekatan taktis,” pungkasnya.

(Ara-Satupedia.com)

Gamespools Slot Gacor Situs Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.