Profil Lazio Sejarah Dan Prestasi

by -170 Views

Jakarta – Società Sportiva Lazio biasa disebut dengan nama Lazio merupakan sebuah perkumpulan olahraga profesional Italia yang berbasis di Roma, ibu kota Italia.

Lazio juga memiliki julukan Biancocelesti (Putih dan Biru Langit) dan Le Aquile (Para Elang). Mereka bermarkas di Stadio Olimpico, Roma, Italia dan berkapasitas sebanyak 70.634 penonton.

Sejarah
Lazio berdiri pada tanggal 9 Januari 1900 , Societa Podistica Lazio didirikan di Roma, Italia. Satu dekade kemudian, 9 Januari 1910, perkumpulan olahraga ini membentuk cabang sepakbolanya yang diberi nama Societa Sportiva atau SS Lazio. Biancoceleste lahir jauh terlebih dulu dari rival sekota di Liga Italia Serie A, AS Roma, yang baru muncul pada 1927.

Lazio bergabung dengan kompetisi yang dikelola oleh Federasi Sepakbola Italia atau FIGC sejak 1912. Jenjang kompetisi Serie A belum ada kala itu. Penampilan Lazio di masa-masa awal ini sebenarnya cukup baik, namun selalu gagal meraih juara.

Selanjutnya, pada 1927, muncul satu lagi klub dari ibukota, yaitu AS Roma. Tim baru ini gabungan dari 3 klub sepakbola asal ibukota, kecuali Lazio yang tetap berdiri sebagai satu klub sendiri lantaran intervensi beraroma politik kala itu. Kelak, pertemuan dua klub sekota ini terkenal dengan sebutan Derby Della Capitale. Ketika Serie A sebagai kompetisi sepakbola tertinggi di Italia mulai digulirkan pada 1929/1930, Lazio langsung ikut serta namun hanya finish di peringkat 15. Pencapaian terbaik terjadi pada musim 1937/1938.

Baca juga : Melaju Ke Babak Semifinal Coppa Italia, Kemenangan AC Milan Atas Lazio Berkaitan Dengan Inter Milan

Lazio menempati urutan kedua di klasemen akhir. Liga Italia sempat vakum pada musim 1944/1945 karena Perang Dunia II. Musim 1945/1946 kompetisi digulirkan kembali dan Lazio menempati posisi 7 di akhir kompetisi. Dua musim beruntun, yakni 1955/1956 dan 1956/1957, klub berlambang elang –simbol Kekaisaran Romawi– ini Lazio memungkasi kompetisi di posisi 3.

Sempat kembali ke Serie A, Lazio beberapa kali terjun lagi ke Serie B dalam perjalanan klub selanjutnya. Tercatat, pada musim 1967/1968, 1968/1969, 1971/1972, 1980/1981, 1981/1982, 1982/1983, 1985/1986, 1986/1987, serta 1987/1988, pasukan elang ibukota melakoni kiprahnya di kompetisi level kedua.

Kedatangan Sergio Cragnotti pada 1992, mengubah sejarah klub tersebut karena investasi jangka panjangnya di para pemain baru untuk menjadikan Lazio sebagai klub penantang scudetto. Cragnotti berturut-turut memecahkan rekor transfer untuk pemain yang ia anggap sebagai bintang utama – Juan Sebastian Veron seharga £18 juta, Christian Vieri seharga £19 juta dan memecahkan rekor transfer dunia dengan membeli Hernan Crespo dari Parma seharga £35 juta.

Lazio adalah runners-up Serie A pada 1995, peringkat ketiga pada 1996, peringkat empat pada 1997 dan hanya terpisah satu poin dari Milan di laga terakhir liga pada 1999. Pemain-pemain seperti Siniša Mihajlović, Alessandro Nesta, Marcelo Salas dan Pavel Nedvěd di tim utama, akhirnya memenangi scudetto kedua pada 2000, dan juga memenangi Piala Italia, dengan Sven-Göran Eriksson sebagai pelatih mereka.

Pelatih
Pelatih Lazio saat ini adalah Maurizio Sarri yang merupakan seorang manajer sepak bola profesional asal Italia. Pada tanggal 11 Juni 2015, Sarri resmi melatih Napoli, menggantikan Rafael Benítez.

Pemain Lazio
Thomas Strakosha,Luiz Felipe,Patric,Gonzalo Escalante,Lucas Leiva,Felipe Anderson,Daniel Akpa Akpro,Pedro,Luis Alberto,Ciro Immobile,Luka Romero,Denis Vavro,Sergej Milinković-Savić,Elseid Hysaj,Pepe Reina,Ștefan Radu,Raúl Moro,André Anderson,Manuel Lazzari,Marius Adamonis,Danilo Cataldi,Francesco Acerbi,Adam Marušić,Toma Bašić,Vedat Muriqi

Prestasi Lazio
Scudetto Serie A: 1973/1974, 1999/2000
Coppa Italia: 1958, 1997/1998, 1999/2000, 2003/2004, 2008/2009, 2012/2013
Piala Super Italia: 1998, 2000, 2009, 2017
Piala Winners: 1998/1999
Piala Super Eropa: 1999

(Ara-Satupedia.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.