Kartu Kuning Granit Xhaka Di Tahun Lalu Ternyata Melibatan Mafia Judi Bola

by -132 Views

London – Granit Xhaka pernah membuat heboh karena kasus kartu kuning kontroversial yang melibatkan pemain Arsenal tersebut. Kasus tersebut dikabarkan memiliki kaitan dengan mafia Albania serta seorang tersangka match fixing.

Xhaka mendapatkan kartu kuning ketika timnya bertemu dengan Leeds United pada Desember 2021. Kartu kuning yang didapatnya di laga tersebut lalu diselidiki oleh Badan Kriminal Nasional Inggris.

Saat itu Xhaka sengaja mengulur-ulur waktu dengan terus menunda untuk melakukan tendangan bebas. Tindakan Xhaka mencurigakan mengingat Arsenal kala itu sedang unggul 4-1 dan tidak ada urgensi mendesak untuk melakukannya karena pertandingan sudah memasuki menit ke-86.

Hal yang mnarik pada saat itu adalah adanya seorang penjudi yang memasang taruhan senilai 65 ribu poundsterling bahwa Xhaka akan mendapat kartu kuning dalam laga tersebut.

Baca juga : Granit Xhaka Minta Maaf Karena Merasa Bersalah Dapat Kartu Merah Saat Jumpa Liverpool

Akhirnya dirinya menang dan mendapat uang senilai 250 ribu poundsterling setara dengan kurang lebih 4,5 miliar rupiah.

Setelah sempat dilakukan penyelidikan oleh federasi sepak bola Inggris, kini Badan Kriminal Nasional Inggris memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus ini.

Badan Kriminal Nasional Inggris kini menemukan bukti baru dalam kasus ini, yakni jumlah taruhan dengan nilai signifikan yang dilakukan seseorang lewat media krypto di Albania.

Selain itu, Badan Kriminal Nasional Inggris juga mengklaim bahwa seorang mantan striker Swedia keturunan Albania, Alban Jusufi memasang taruhan dengan nilai besar bahwa Xhaka akan mendapat kartu kuning.

Menariknya, Alban Jusufi pernah dinyatakan bersalah dalam kasus penyuapan terhadap kiper AIK, Kyriakos Stamatopoulos agar bermain buruk melawan IFK Gothenburg pada 2017 silam.

(Ara-Satupedia.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.