Disiplin Ibadah Jadi Salah Satu Peraturan Penting Pelatih Timnas Indonesia U-16

by -128 Views

Jakarta – Timnas Indonesia U-16 saat ini sudah dua pekan melaksanakan Pemusatan Latihan (TC) di Yogyakarta sebagai persiapan Piala AFF U-16 2022.

Sang pelatih Bima Sakti mengajarkan disiplin kepada para pemainnya berbagai peraturan yang ia buat. Disiplin menurut Bima menjadi kunci dari keberhasilan suatu tim. Apalagi Indonesia berstatus tuan rumah untuk ajang Piala AFF U-16 yang akan digelar di Yogyakarta pada 31 Juli hingga 12 Agustus mendatang.

Salah satu dari bentuk disiplin tersebut adalah dirinya mewajibkan para pemainnya yang muslim untuk menjalankan salat berjamaah lima waktu

“Saya selalu tekankan kepada pemain agar disiplin, menghargai waktu, disiplin masalah seragam, saat latihan juga dan semuanya kita buat aturan. Makan harus sama-sama, tidak boleh ada yang berbeda, harus seragam. Kami sudah difasilitasi PSSI dengan latihan yang lengkap,” kata Bima Sakti, dikutip dari kanal resmi PSSI di Youtube.

Baca juga : Ganti Sponsor Utama Ajang Piala AFF Juga Turut Ganti Nama

“Masalah jam-jam istirahat kami juga berikan aturan. Jam 9 malam harus istirahat semuanya, karena mereka punya tugas dan tanggung jawab besar sekali, berat sekali. Kami harus mulai dari hal yang kecil, masalah disiplin,” ujarnya.

“Makan dan penggunaan HP (handphone) juga kami hanya memberikan mereka waktu selama empat jam sehari. Ini untuk mengontrol mereka agar tetap fokus saat latihan dan tujuan untuk memberikan yang terbaik di Piala AFF U-16 tahun ini,” lanjutnya.

Bima Sakti mewajibkan para pemainnya yang muslim untuk selalu salat lima waktu. Selain itu, para pemain juga wajib melakukannya bersama-sama alias berjamaah.

Dirinya juga akan memberikan sanksi bagi para pemain yang tak melaksanakan aturan ini. Bukan cuma pemain muslim yang dapat perhatian. Timnas U-16 juga memfasilitasi buat pemain non-muslim untuk menjalani ibadahnya masing-masing.

“Masalah ibadah juga kami bikin aturan untuk salat bersama bagi yang beragama Islam untuk selalu bersama mulai dari pelatih, ofisial, dan pemain. Semua harus berjamaah di masjid, lima waktu. Subuh, zuhur, ashar, maghrib, isya, semuanya sama-sama,” tuturnya.

“Kalau tidak salat, mungkin terlambat datang didenda Rp 50 ribu dan jika sampai ketiduran Rp 100 ribu. Pokoknya kita bikin aturan yang jelas.Pemain yang non-muslim juga kami beri kesempatan beribadah,” ucapnya.

“Yang beragama Kristen kami beri toleransi ke gereja di hari Minggu. Kami juga siapkan kendaraan untuk mengantar mereka ke gereja. Sementara yang dari Bali, jam 10 kita antar ke Pura,” ujarnya.

(Ara-Satupedia.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.