Home > Berita Bola > Laga Antara AS Roma Kontra Bodo/Glimt Diwarnai Kisruh Dari Kedua Belah Pihak

Laga Antara AS Roma Kontra Bodo/Glimt Diwarnai Kisruh Dari Kedua Belah Pihak

Jakarta – Kejadian tidak menyenangkan terjadi dalam laga antara AS Roma kontra Bodo/Glimt di ajang UEFA Conference League hari Jumat (8/4/22). Usai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedua belah pihak terlibat cek-cok.

Laga leg pertama babak perempat final itu digelar di markas Bodo/Glimt, Aspmyra Stadion. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 di mana Bodo/Glimt keluar sebagai pemenang.

AS Roma sempat unggul lebih dulu melalui aksi Lorenzo Pellegrini menjelang babak pertama usai, memanfaatkan asis dari Henrikh Mkhitaryan. Mimpi buruk Roma terjadi pada babak kedua dan membuat mereka kalah.

Baca juga : Juventus Sudah Ancang- Ancang Incar Pemain AS Roma Ini Jika Jadi Ditinggal Paulo Dybala

Bodo/Glimt mencetak gol pada menit ke-56 setelah tembakan Brice Wembangomo mengenai Ulrik Saltnes hingga membuat Rui Patricio terkecoh. Sementara gol kedua lahir dari aksi Hugo Vetlesen menjelang pertandingan berakhir.

Usai berakhirnya laga, pemain Roma, Lorenzo Pellegrini menyatakan bahwa Kjetiil Knutsen,pelatih Bodo/Glimt melakukan penyerangan fisik pada staf pelatih Giallorossi.

Berdasarkan laporan dari Sky Sport Italia, kepolisian Norwegia telah melakukan tindakan dengan mewawancarai beberapa pihak. Mulai dari Knutsel sebagai tertuduh, Nuno Gomes selaku korban, dan pemain yang menyaksikan kejadian.

“Sesuatu yang sangat tidak menyenangkan baru saja . . . . . . terjadi. Pelatih mereka menyerang pelatih kiper kami. Pertama dia [Kjetiil Knutsen] mengatakan beberapa hal ke dia, kemudian menyerang dia secara fisik,” ucapnya kepada Sky Sport Italia.

“Ini sangat menyedihkan, karena perilaku seperti ini adalah penghinaan bagi Roma, kepada para pemain beserta stafnya. Ini memalukan,” lanjutnya.

Pellegrini juga mengkritik markas Bodo/Glimt sebagai tempat digelarnya partai penting ini. Sesuatu yang juga dilakukan oleh pelatih AS Roma, Jose Mourinho.

“Yang memalukannya adalah mencapai babak perempat final di mana bola memantul dan anda tidak tahu ke mana arahnya. Namun, itu tidak bisa menjadi alasan, sebab dalam waktu sepekan ada pertarungan yang harus dimenangkan.”

“Saya sejujurnya masih gemetar karena apa yang saya lihat. Benar-benar memalukan. Sekarang kami ingin memulangkan Bodo, juga karena apa yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.

Meski kalah Roma serta merta keluar dari ajang UEFA Conference League, karena mereka akan menjalani leg kedua yang akan berlangsung di markas Roma, Stadio Olimpico, pekan depan.

x

Check Also

Elkan Baggott Main Sebagai Starter Dan Main Penuh Di League One 2021/22

Jakarta – Elkan Baggott mendapat kesempatan bermain sebagai starter di laga lawan Rotherham United di ...