Home > Berita Bola > Ronaldo dan Messi Mendapat Sindiran Sebagai Pemain Tidak Cerdas

Ronaldo dan Messi Mendapat Sindiran Sebagai Pemain Tidak Cerdas

London – Legenda timnas Prancis, Nicolas Anelka, secara blak-blakan menyebut megabintang dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tidak cerdas.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kompak berganti klub pada musim panas 2021.

Pada 10 Agustus 2021, Lionel Messi resmi meninggalkan Barcelona untuk merapat ke klub raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Dua minggu berselang atau pada 27 Agustus 2021, giliran Cristiano Ronaldo yang meresmikan kepindahannya dari Juventus untuk kembali ke mantan klubnya di Liga Inggris, Manchester United.

Ironisnya, performa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi usai berpindah klub justru kerap menuai kritikan.

Hal itu terjadi karena megabintang asal Portugal dan Argentina ini gagal memberikan perubahan bagi klub barunya.

Terbaru, Ronaldo dan Messi sama-sama tak berhasil membawa klub masing-masing melaju ke babak perempat final Liga Champions 2021-2022.

Keputusan CR7 dan La Pulga untuk sama-sama hijrah pada musim panas lalu kemudian menjadi sorotan legenda timnas Prancis, Nicolas Anelka.

Nicolas Anelka secara terang-terangan mengatakan bahwa kedua megabintang itu tidak cerdas dengan keputusannya.

Menurut pria yang mengantarkan timnas Prancis menjuarai EURO 2000 ini, Ronaldo dan Messi harusnya memilih tujuan yang lebih mudah jika bersikeras masih ingin bermain.

Baca Juga : Kecewa PSG Kalah Dari Real Madrid Lionel Messi Dan Neymar Jr Jadi Bahan Olokan Fans Sendiri

“Inilah yang . . . . . . terjadi pada pemain yang ingin bermain lebih lama,” kata Anelka

“Karier mereka sudah berakhir dan saya pikir mereka berdua pasti sangat senang dengan apa yang telah mereka capai dalam 15 tahun terakhir.”

“Mereka berada di atas yang lain dan sekarang normal bagi mereka untuk melambat.”

“Saya lebih terkejut dengan Messi daripada dengan Ronaldo.”

“Saya pikir Messi akan bangkit di Prancis dan Ronaldo akan mengalami lebih banyak kesulitan di Inggris karena, bagi saya, Liga Inggris adalah kejuaraan yang paling menuntut di dunia.”

“Mereka tidak cerdas. Mereka seharusnya berpikir untuk menghadapi tantangan yang tidak terlalu rumit karena Anda harus membuat keputusan yang tepat untuk finis di posisi teratas.”

“Ada pemain yang tidak ragu untuk finis di usia 32, 33, 34 sehingga mereka tak akan dikritik.”

“Saya berhenti di usia 36, tetapi pada usia 32 saya pergi ke China,” ujar pria yang pernah memperkuat Chelsea ini. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

PSSI Peringatkan Media Online Yang Beritakan Batal Terdegradasinya Persipura Jayapura Ke Liga 2

Jakarta – Induk sepak bola di Tanah Air, PSSI menegaskan bahwa kabar yang beredar terkait ...