Home > Timnas Indonesia > Proses Naturalisasi Jordi Amat Berjalan Dengan Lancar, Berkasnya Kini Sudah Diproses Di Kemenkuham

Proses Naturalisasi Jordi Amat Berjalan Dengan Lancar, Berkasnya Kini Sudah Diproses Di Kemenkuham

Jakarta – PSSI dan pemerintah saat ini sedang mengebut proses naturalisasi tiga pemain yakni Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Sandy Walsh agar bisa segera membela Timnas Indonesia.

Saat ini PSSI sedang dalam tahap mengirim dokumen ketiga pemain tersebut kepada Kemenpora dan Kemenkumham. Anggota komite eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani sebelumnya sempat menyatakan ada sedikit masalahdalam proses pengumpulan dokumen Jordi Amat.

Pernah memperkuat Timnas Spanyol U-21 saat usianya sudah lewat dari 21 tahun, menjadi masalah bagi Jordi. Karena aturan FIFA yang terbit di tahun 2020 lalu, para pemain yang sudah memiliki status itu tidak bisa lagi pindah federasi alias pindah ke negara lain.

“Kepada pemain yang sudah bermain di atas umur U-21 yang sudah main di tim nasional level apapun tidak boleh pindah federasi. Enggak tidur lah saya semalam, jadi mubazir semua kan. Padahal berkasnya sudah lengkap,” kata Hasani di R66 Media .

Baca juga : Cyrus Ashkon Margono Pemain Klub Yunani Yang Ingin Jadi WNI Dan Bela Indonesia

Hasani langsung menggelar pertemuan yang melibatkan tim legal PSSI karena mengetahui aturan tersebut. Dalam pertemuan ini menurut Hasani ada pula pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

“Saya langsung emergency meeting, di mana persoalannya. Keputusan dari pertemuan itu adalah kita bertanya ke FIFA, apa pun jawaban FIFA kita terima,” katanya.

Hasani kemudian menjelaskan pihaknya mendapatkan jawaban yang baik dari FIFA. Menurutnya, aturan baru FIFA itu tidak berlaku surut. Jadi para pemain yang mengalami situasi seperti . . . . . . Jordi Amat itu tidak masalah pindah federasi, sebab hal tersebut terjadi sebelum tahun 2020.

“Alhamdulillah dapat jawaban, yang dimaksud aturan FIFA itu baru diberlakukan pada 2020. Hukum itu tidak berlaku surut, Alhamdulillah sudah clear,” jelasnya.

Hasani dalam kesemoatan yang sama juga menyatakan setelah mendapatkan lampu hijau dari FIFA, PSSI bergerak cepat dengan mengirimkan dokumen ke Kemenpora. Kemudian menurut Hasani, Kemenpora juga sudah mengirimkan dokumen itu ke Kemenkumham.

Kemenkuhman akan memproses dokumen tersebut, namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, Hasani berharap proses itu bisa lebih cepat dan ketiganya bisa dimainkan di kualifikasi Piala Asia 2023 pada Juni.

“Hari ini sudah masuk ke Kemenpora dan diteruskan ke Kemenkumham. Nah di Kemenkumham menurut pengalaman yang ada itu agak sedikt spesifik, akan kerja asama dengan BIN, akan periksa background, itu take time, saya berharap jangan terlalu sama, kalau bisa ya dua minggu tapi ini enggak ada jaminan,” ujar Hasani.

“Hari ini 270 juta warga Indonesia menunggu, kalau diperlambat nanti mereka diserang netizen, kami juga diserang terus. Kami berharap paling tidak tiga pemain ini bisa bela Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Asia 2023,” tandas Hasani.

x

Check Also

Shin Tae-yong Akan Lakukan Perubahan Dalam Laga Kontra Timor Leste

Jakarta – Pada laga kedua Grup A SEA Games 2022, kemenangan akan menjadi target utama ...