Home > Berita Liga Indonesia > Bhayangkara FC > Momen Haru Penyerang Bhayangkara FC Saat Mencetak Gol Ke Gawang Persela Lamongan

Momen Haru Penyerang Bhayangkara FC Saat Mencetak Gol Ke Gawang Persela Lamongan

Jakarta – Air mata mengalir dari penyerang Bhayangkara FC, Dendy Sulistyawan usai dirinya mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-32 BRI Liga 1 2021/22 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (20/3/2022) malam.

Bagi pemain berusia 25 tahun tersebut momen tersebut sangat emosional karena merupakan kali pertama bagi Dendy Sulistyawan, mencetak gol ke gawang klub yang telah membesarkan namanya di sepak bola nasional.

Pemain asli Lamongan itu merupakan andalan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir pada 2016. Namun, kariernya bersama tim senior hanya berjalan semusim setelah ia memutuskan bergabung dengan Bhayangkara FC.

Meski begitu dirinya meminta dipinjamkan ke Persela pada pertengahan musim 2018 dan kembali menemukan ketajamannya.

Baca juga : Persela Terlempar Ke Liga 2, Saddil Ramdani Ikut Sedih

“Perasaan saya setelah mencetak gol itu sedih dan bahagia. Air mata itu keluar karena naluri saya sebagai orang Lamongan yang melihat tim kebanggaan dari kecil harus terdegradasi tahun ini,” ungkap Dendy Sulistyawan.

Dendy Sulistyawan merasakan kehilangan karena setelah 18 tahun berada di kasta tertinggi, terdegradasi tentu sebuah hal yang tak mudah untuk dinalar begitu juga dengan segenap masyarakat Lamongan larut dalam kesedihan.

Dengan . . . . . . turun ke Liga 2 manajemen klub wajib melakukan pembenahan guna mencari solusi dari permasalahan di internal tim. Agar Persela bisa segera bangkit dan kembali bermain di kasta teratas Liga Indonesia.

“Harapannya pasti secepatnya Persela bisa bangkit dan kembali lagi ke Liga 1,” tandasnya.

Suporter Persela yang merasa kecewa akhirnya mengeluarkan unek-uneknya pada Minggu (20/3/2022) malam. Mereka melakukan aksi dengan mendatangi pendopo yang sekaligus kantor dinas Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Massa meminta kejelasan dari manajemen, terutama sang bupati yang juga merupakan CEO Persela, atas apa yang terjadi di dalam tim. Tapi, mereka hanya berhasil menemui eks manajer Persela, Edy Yunan Achmadi.

Kedua belah pihak pada akhirnya berdialog, meskipun tak selalu setuju dengan setiap penjelasan perwakilan manajemen ini. Sebelum membubarkan diri, para suporter meminta izin untuk menyalakan flare dan menyanyikan chant dukungan kepada Persela.

 

x

Check Also

Gelandang Bhayangkara FC Senang Liga 1 2021 Tetap Ada Degradasi

Solo – Gelandang Bhayangkara FC, TM Ichsan, mengaku senang dengan keputusan akhir dari Kongres Tahunan ...