Home > SEA Games > Kontingen Merah Putih Pada SEA Games Bakal Dipangkas Karena Anggaran Pas-pasan

Kontingen Merah Putih Pada SEA Games Bakal Dipangkas Karena Anggaran Pas-pasan

Jakarta – Event olahraga Asia Tenggara akan kembali digelar pada tahun ini di Hanoi, Vietnam pada 12 hingga 23 Mei mendatang.

SEA Games ke-31 akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan 526 nomor event.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) bakal menggunakan skema ramping dan efisien untuk pemberangkatan kontingen menuju SEA Games Vietnam.

Sistem tersebut dinilai menjadi upaya terbaik dalam menyiasati keterbatasan anggaran pemerintah.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry Kono, menjelaskan rapat Komite Eksekutif akhir pekan lalu membahas beberapa poin penting.

Di antaranya hasil review cabang olahraga yang dilakukan Komisi Sport and Development hingga opsi-opsi yang digunakan sebagai solusi keterbatasan anggaran.

Keputusan tersebut memutuskan bahwa NOC perlu mengurangi jumlah kontingen Merah-Putih yang berangkat.

“Kami perlu mengurangi jumlah kontingen, mengingat konsep yang diterapkan di SEA Games ini konsep tempur, bukan latihan,” kata Ferry.

“Kami menggunakan skema ramping dan efisien,” ujar Ferry, Selasa (22/3/2022).

Ferry menambahkan, skema ramping dan efisien mengharuskan NOC Indonesia harus membatasi kuota pelatih hingga tenaga pendukung.

Penundaan event SEA Games-31 yang seharusnya digelar pada tahun lalu akibat covid-19 mempengaruhi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) 2022 Kemenpora.

Hal itu terjadi karena Komisi X DPR RI telah menyetujui pagu definitif Kemenpora RI Tahun Anggaran 2022 sejak September 2021, di mana fokus Kemenpora adalah Asian Games 2022 Hangzhou.

“Jadi, tidak semua pelatih berangkat, begitu juga apabila cabor mau mengikutsertakan tim dokter atau masseur khusus,” tutur Ferry.

“Kami akan lihat apakah mereka mau membantu cabor lain. Termasuk mekanik, misalnya cabor balap sepeda,”

“Apakah mereka juga mau membantu teknis di cabor lain, seperti sepeda yang akan . . . . . . digunakan atlet triathlon,” kata Ferry.

Sementara itu, terkait untuk atlet dan cabor, Ferry menjelaskan NOC Indonesia telah mengirimkan rekomendasi kepada Kemenpora.

Rekomendasi tersebut merupakan keputusan Komite Eksekutif yang diambil berdasarkan hasil analisis dari Komisi Sport and Development (KSD) usai melakukan review dengan pengurus cabang olahraga (cabor).

“Rekomendasi yang kami kirimkan sudah memenuhi parameter yang ditentukan, yakni cabor DBON dan non-DBON, yang memiliki peluang perolehan medali, baik emas, perak, dan perunggu serta potensi atlet junior,” kata Ferry.

Ferry berharap, dalam waktu dekat, NOC Indonesia dan Kemenpora dapat duduk bersama untuk membahas rekomendasi tersebut.

Semoga nantinya keputusan ini dapat menjadi acuan pengisian entry-by-name kontingen.

Sekadar tambahan informasi, Panitia Penyelenggara SEA Games Vietnam menetapkan batas akhir entry-by-name pada 31 Maret.

Baca Juga : Jelang SEA Games 2021, Ketum PSSI Minta Shin Tae-yong Lalukan Persiapan Dengan Baik

“Keputusannya tentu tidak bisa memuaskan semua pihak, tetapi kami membuka opsi terhadap cabor yang mampu dibiayai mandiri oleh Nasional Federation,” kata Ferry.

“Tentunya dengan parameter khusus. Jadi walau biaya mandiri, mereka tetap perlu memastikan atlet yang mampu bersaing dan jadi tolak ukur pembinaan,” tutur Ferry. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Iwan Bule Berharap Timnas Indonesia U-23 Raih Kemenangan Pada Saat Berjumpa Dengan Myanmar

Jakarta – Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Myanmar pada matchday terakhir Grup A SEA ...