Home > Timnas Indonesia > Soal Tagar #HarunaOut, Begini Sikap Tegas PSSI

Soal Tagar #HarunaOut, Begini Sikap Tegas PSSI

Jakarta – PSSI menilai pandangaan salah satu anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro, terkait performa pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, merupakan pendapat pribadi.

Sebelumnya, banyak muncul tagar #HarunaOut setelah ia menilai performa Shin Tae-yong sama saja dengan pelatih-pelatih Timnas Indonesia yang lain, yang gagal membawa Timnas Indonesia menjadi juara.

Hal ini dilontarkan Haruna Soemitro di dalam rapat evaluasi yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Exco Endri Erawan, Vivin Sungkono, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.

Menurut Haruna Soemitro, Timnas Indonesia harus membawa prestasi karena bila hanya berada di posisi runner-up hal itu sudah biasa karena Timnas Indonesia sebelumnya sudah lima kali berada di posisi runner-up di ajang Piala AFF.

“Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apapun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi,” kata Haruna Soemitro.

Terkait hal ini, Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa apa yang disampaikan Haruna Soemitro merupakan penilaian pribadi, tidak mewakili PSSI.

Sedangkan soal masa depan Shin Tae-yong, Yunus Nusi memastikan bahwa pelatih asal Korea Selatan tersebut tetap akan memimpin Timnas Indonesia sesuai kontraknya hingga 2023. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang bila performa Timnas Indonesia terus meningkat.

“Ketua umum memahami . . . . . . dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang Timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal Timnas. Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022,” kata Yunus Nusi.

“Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat,” tambahnya.

Terkait masalah naturalisasi, Yunus Nusi menjelaskan bahwa proses naturalisasi yang dilakukan PSSI saat ini berbeda dengan yang sebelumnya, karena pemain yang akan dinaturalisasi memang murni berdarah Indonesia.

“Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Beto Gonzalves dll. Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY (Shin Tae-yong),” tambah Yunus Nusi.

x

Check Also

Shin Tae-yong Akan Lakukan Perubahan Dalam Laga Kontra Timor Leste

Jakarta – Pada laga kedua Grup A SEA Games 2022, kemenangan akan menjadi target utama ...