Home > Timnas Indonesia > Meski Tidak Setuju, Haruna Soemitro Pernah Memakai 9 Pemain Naturalisasi

Meski Tidak Setuju, Haruna Soemitro Pernah Memakai 9 Pemain Naturalisasi

Jakarta – Nama anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro, belakangan ini menjadi sorotan dan bahan cibiran netizen setelah beberapa pernyataannya yang mengundang kontroversi.

Setelah menilai Timnas Indonesia tidak menunjukkan perkembangan meski dilatih Shin Tae-yong, Haruna Soemitro kembali melontarkan pernyataan miring terkait rencana PSSI untuk menaturalisasi empat pemain keturunan agar bisa memperkuat skuad Timnas Indonesia.

Seperti diketahui, PSSI saat ini tengah memproses naturalisasi dari empat pemain keturunan atas rekomendasi dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Empat pemain tersebut yakni Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen.

Baca juga : Haruna Soemitro Pertanyakan Kemampuan Empat Pemain Yang Akan Dinaturalisasi

Menurut Haruna Soemitro, proses naturalisasi yang dilakukan tersebut akan sia-sia karena secara kualitas keempat pemain tersebut dinilainya tidak lebih bagus dari pemain Timnas Indonesia lainnya.

“Saya termasuk rezim yang tidak setuju dengan naturalisasi. Saya memang berbeda dengan (Ketua PSSI). Saya selalu berdebat urusan naturalisasi,” . . . . . . kata Haruna Soemitro saat diwawancarai JPNN.

“Sekarang ambil contoh apa yang kita hasilkan dari naturalisasi sampai saat ini?” lanjutnya.

Meski demikian, terlepas dari pernyataannya yang tidak setuju dengan proses naturalisasi, namun Haruna Soemitro tercatat pernah menggunakan 9 pemain naturalisasi, baik saat menjadi manajer maupun direktur Madura United.

Nama-nama seperti Silvio Escobar, Greg Nwokolo, Beto Goncalves, Sackie Doe, Fabiano Beltrame, Raphael Maitimo, OK John, Guy Junior, hingga Cristian Gonzales, adalan pemain-pemain naturalisasi yang pernah membela Madura United di era Haruna Soemitro.

x

Check Also

Shin Tae-yong Akan Lakukan Perubahan Dalam Laga Kontra Timor Leste

Jakarta – Pada laga kedua Grup A SEA Games 2022, kemenangan akan menjadi target utama ...