Home > Berita Liga Indonesia > Ketua Umum PSSI Benarkan Ada Mafia di Sepakbola Indonesia

Ketua Umum PSSI Benarkan Ada Mafia di Sepakbola Indonesia

Jakarta – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, membenarkan adanya mafia bola di sepakbola Indonesia, namun jarang terjadi di klub-klub papan atas.

Hal ini disampaikan Mochamad Iriawan saat diundang di podcast Close the Door di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, keberadaan mafia bola di lingkungan sepak bola Indonesia memang nyata.

Iwan Bule pun mengaku curiga aktivitas match fixing dikendalikan di dalam klub sendiri, meski ia tahu tidak semua klub seperti itu.

“He’em,” kata Iwan Bule membenarkan soal adanya mafia bola.

“Belahan dunia mana pun ada. Mereka menginginkan satu pertandingan dikalahkan atau dimenangkan dan mempengaruhi pemain atau juga klub,” jelas Iwan Bule.

“Ya pasti (pemain atau klub) diiming-imingin finansial. Ada sesuatu, dan itu harus didalami. Pasti ada sesuatu di dalam klub itu. Tapi klub-klub papan atas itu biasanya cukup jarang ya (terindikasi match fixing) di Indonesia,” sambungnya.

Sebelumnya, kabar soal match fixing hinggap di Perserang Banten . . . . . . pada Oktober 2021 lalu. Klub yang berkompetisi di Liga 2 ini sampai memecat pelatih dan lima pemainnya yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Perserang ada indikasi enam pemain menerima suap dari luar. Kami belum bisa memastikan apakah uang itu ada atau tidak, tapi dia mengaku dihubungi oleh seseorang melalui telepon, private number, untuk mengalah,” ujar Iwan Bule.

“Kemarin (pemain yang terlibat) tidak terlalu banyak, lah. Antara puluhan sampai seratus (juta). Iya, (jumlahnya tidak terlalu besar), tapi mungkin pada saat itu dia mungkin butuh kali ya,” lanjutnya.

x

Check Also

Laga Berjalan Sengit, PSIS Dan Persebaya Sama-Sama Tidak Cetak Gol , Skor Imbang 0-0

Jakarta – Laga pekan ke-22 BRI Liga 1 2021-22 yang berlangsung pada Rabu (2/2/2022) malam ...