Home > Berita Bola > Persyaratan Sudah Mulai Diselesaikan, Diharapkan Sanksi WADA Bisa Segera Dicabut

Persyaratan Sudah Mulai Diselesaikan, Diharapkan Sanksi WADA Bisa Segera Dicabut

Jakarta – Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) sedang bekerja keras untuk menyelesaikan satu per satu permasalahan dipenuhi menyusul sanksi yang diberikan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Menurut keterangan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Raja Sapta Oktohari, semua persyaratan yang diberikan WADA kepada LADI sudah hampir semuanya terpenuhi.

Untuk selanjutnya Gugus Tugas dan LADI akan menggelar pertemuan lanjutan bersama WADA di Lausanne, Swiss.

Sebelumnya juga telah digelar pertemuan virtual yang melibatkan LADI, Regional Anti-Doping Organisasi Asia Tenggara (SEARADO), dan WADA, pada Selasa (30/11/2021) kemarin.

“Hasil rapat sangat positif. Hampir semua syarat yang diberikan WADA telah dipenuhi LADI. Selanjutnya, WADA menunggu Gugus Tugas serta LADI untuk melaporkan dan menyampaikan langsung di Swiss pada 8 Desember,” jelas Raja Sapta Oktohari.

“Momen ini kami gunakan untuk menggencarkan diplomasi, tetapi bukan lobi-lobi. Ini semua kami lakukan sebagai langkah akselerasi proses pencabutan sanksi WADA,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade (NOC) ini.

Menurut keterangan Okto, Syarat yang sudah diselesaikan LADI terkait susunan pengurus penuh waktu (full time) di LADI, hingga test distribution plan (TDP) yang meliputi in competition test (ICT) dan out of competition test (OCT).

Sementara itu, permasalahan yang belum diselesaikan yakni menyangkut undang-undang dan pengelolaan anggaran LADI secara independen.

“Pemerintah bersama Komisi X DPR RI sudah memberi komitmen . . . . . . agar peraturan terkait anti-doping di Indonesia ini bisa inline dan complied dengan WADA,” jelas Okto.

“Termasuk soal anggaran karena dalam rapat yang juga melibatkan Kementerian Keuangan, mereka sepakat untuk membentuk LADI menjadi lembaga anti-doping independen terkait anggaran,” lanjut Okto.

“Semula yang menjadi kendala Indonesia adalah komunikasi, administrasi, dan teknis. Setelah satu-satu kami urai dan selesaikan, kini sudah menemukan titik terang dan kami berharap sebelum satu tahun sanksi WADA bisa dicabut,” ungkapnya.

“Saya tahu ini tantangan, tetapi sebagaimana yang saya katakan kepada WADA. Kami ini tak memperbaiki mobil rusak, tetapi membangun LADI bagai mobil Formula 1 yang nantinya bisa modern, profesional, terpercaya, dan independen,” tandas Okto.

Seperti diketahui, pada 8 Oktober 2021, LADI mendapat sanksi satu tahun oleh WADA karena dinilai noncompliance (tidak patuh) terhadap WADA Code.

Buntut dari sanksi tersebut, kontingan Indonesia tidak diperbolehkan mengibarkan bendera Merah Putih di even-even tingkat regional maupun internasional, kecuali Olimpiade.

x

Check Also

Laos Kini Punya Pelatih Baru Asal Jerman

Jakarta – Setelah gagal di ajang Piala AFF 2020, Laos langsung memecat pelatih lama V. ...