Home > Berita Liga Champions > Tendangan Geledek Thiago Alcantara Dihubungkan Dengan Hukum Fisika Efek Magnus

Tendangan Geledek Thiago Alcantara Dihubungkan Dengan Hukum Fisika Efek Magnus

Liverpool – Liverpool menang atas FC Porto dengan skor 2-0 pada matchday ke-5 Grup B Liga Champions 2021/22, yang digelar di Stadion Anfield, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB.

Dua gol bagi Liverpool dicetak oleh Thiago Alcantara (52’), dan Mohamed Salah (70’).

Seusai laga, gol spektakuler yang dicetak Thiago Alcantara sebagai gol pembuka kemenangan Liverpool menjadi perbincangan.

Berawal dari sapuan pemain Porto yang kurang sempurna, bola bergulir tepat di hadapan Thiago Alcantara. Mantan gelandang Bayern Munchen ini mengambil ancang-ancang dan langsung melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Tendangan tersebut demikian kerasnya hingga tidak bisa diantisipasi oleh kiper FC Porto, Diogo Costa.

Dalam tayangan ulang yang diperlambat terlihat bola hasil tendangan Thiago Alcantara meluncur tipis di atas tanah melewati celah kaki pemain FC Porto, lalu kemudian sedikit naik tanpa menyentuh tanah dan berbelok arak sedikit ke kanan.

Menurut penjelasan Fisika, gerakan bola hasil dari tendangan Thiago Alcantara ini mengalami Efek Magnus.

Efek Magnus sendiri adalah fenomena yang dapat diamati dan biasanya dikaitkan dengan pergerakan objek berputar melalui udara. Jalur objek yang berputar dibelokkan dengan cara yang tidak ditemukan . . . . . . pada objek non-berputar.

Pembelokan tersebut terjadi akibat perbedaan tekanan udara pada sisi berlawanan dari objek yang berputar, serta tergantung pada kecepatan rotasi.

Efek ini pertama kali diteliti oleh fisikawan Jerman yang bernama Gustav Magnus pada 1852.

Dari catatan Physics World, Efek Magnus dalam sepakbola bisa terjadi ketika udara bergerak lebih cepat relatif terhadap pusat bola yang berputar, di mana pinggiran bola bergerak ke arah yang sama dengan aliran udara. Hal ini dapat mengurangi tekanan sesuai dengan hukum Bernoulli, yang menyatakan semakin cepat aliran udara maka tekanannya semakin rendah.

Namun, efek sebaliknya terjadi di sisi lain bola yang mana udara bergerak lebih lambat relatif terhadap pusat bola. Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan dan menyebabkan bola berubah arah atau berbelok.

Momen yang sama pernah terjadi saat tendangan keras Roberto Carlos (Brasil) berhasil menjebol gawang Prancis yang dikawal Fabien Barthez di ajang Piala Konfederasi 1997.

x

Check Also

Mengintip Calon Lawan MU di 16 Besar Liga Champions

Manchester – Manchester United memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2021/22 sebagai ...