Home > Berita Liga Indonesia > Soal Dugaan Match Fixing, Komdis PSSI Serahkan ke Pihak Kepolisian

Soal Dugaan Match Fixing, Komdis PSSI Serahkan ke Pihak Kepolisian

Jakarta – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memutuskan untuk menyerahkan kasus dugaan percobaan match fixing atau pengaturan skor ke pihak kepolisian karena keterbatasan dalam hal pemeriksaan.

Seperti diketahui, Komdis PSSI sedang menangani kasus laporan dugaan percobaan match fixing. Hingga sejauh ini, 14 nama dari tim Perserang Serang sudah dimintai keterangannya.

Berdasarkan temuan Komdis PSSI, pemain Perserang Serang, Eka Dwi Susanto, mengaku telah dihubungi oleh seseorang yang menggunakan private number untuk merencanakan match fixing.

Orang tersebut meminta agar Eka Dwi Susanto mengatur skor saat Perserang Serang bertanding melawan RANS Cilegon FC dan Persekat Tegal.

Untuk hal ini, orang tersebut menjanjikan uang sebesar Rp 150 juta.

Namun hingga sejauh ini belum diketahui identitas jelas dari seseorang yang menggunakan private number tersebut.

“Kami punya keterbatasan dalam memeriksa,” kata Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, dalam sesi jumpa pers secara virtual, Rabu (3/11/2021).

“Dan kami nanti akan menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menindaklanjuti karena mereka punya kewenangan.”

“Tapi yang dikatakan private number ya tentu kami belum percaya, kami akan teruskan ke . . . . . . pihak kepolisian dari kebenaran penjelasan ini,” jelas Erwin Tobing.

Menurut Erwin Tobing, dari pengakuan Eka Dwi Susanto, orang yang menghubunginya itu berdialek Melayu.

“Dia (Eka Dwi Susanto) bilang tidak kenal, cuma logat Melayu,” ungkap Erwin Tobing.

“Tapi bisa berbahasa Indonesia, makanya kami akan ke pihak kepolisian,” sambung Erwin Tobing.

Atas kasus ini, Komdis PSSI menjatuhi sanksi kepada Eka Dwi Susanto dan empat pemain Perserang Serang lainnya yaitu, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri, menurut Pasal 64 ayat (1) dan (2) point a jo Pasal 8 jo Pasal 9 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018.

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...