Home > Berita Liga Inggris > Manchester United > Ralf Rangnick Tidak Suka Pemain Tua, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Ralf Rangnick Tidak Suka Pemain Tua, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Manchester – Manajemen Manchester United dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan mantan pelatih RB Leipzig, Ralf Rangnick, untuk menjadi pelatih interim hingga akhit musim 2021/22 ini.

Bila memang Ralf Rangnick menjadi pelatih baru bagi skuad Manchester United maka kemungkinan Cristiano Ronaldo akan lebih banyak dicadangkan. Kok bisa?

Ralf Rangnick menang dikenal sebagai pelatih yang tidak menyukai pemain yang sudah tua karena pelatih berusia 63 tahun ini lebih menyukai bakat dan potensi dari pemain-pemain muda.

Hal ini dibuktikan saat Ralf Rangnick mengkritik keberadaan Zlatan Ibrahimovic di AC Milan.
Sebelumnya, sosok Ralf Rangnick sempat disebut-sebut akan menjadi pelatih AC Milan, pada musim panas 2020 lalu.

Saat itu, Ralf Rangnick secara blak-blakan menyebutkan bahwa ia tidak suka memainkan pemain tua karena menurutnya pemain sepak bola yang sudah berumur sudah tidak bisa lagi dikembangkan kemampuannya, namun justru akan makin menurun.

“Bukan gaya saya untuk menuntut pemain berusia 38 tahun. Bukan karena mereka tak cukup bagus dan tentu saja itu Ibrahimovic, tapi karena saya lebih suka menciptakan nilai, mengembangkan bakat,” kata Ralf Rangnick pada Agustus 2020 lalu.

“Bagi saya tidak masuk akal untuk berharap kepada Ibrahimovic . . . . . . atau Kjaer. Pemain muda belajar lebih cepat. Milan bisa mengambil contoh dari Atalanta yang jaraknya hanya 30 kilometer dari markas mereka,” lanjut Ralf Rangnick.

Baca juga : Tidak Ada Pemain Manchester United Yang Tahu Soal Rencana Manajemen Datangkan Ralf Rangnick

Bila mengingat ucapan Ralf Rangnick ini maka kemungkinan Cristiano Ronaldo akan lebih banyak dicadangkan.

Apalagi, selain sudah berusia 36 tahun, Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pemain yang malas melakukan pressing kepada lawan.

Sedangkan Ralf Rangnick justru memiliki strategi andalan yang dipopulerkannya, yakni gegenpressing, dimana seluruh pemain akan melakukan pressing bila kehilangan bola, dan membantu penyerangan bila menguasai bola.

Dengan strategi gegenpressing ini, pemain belakang juga akan ikut menekan wilayah pertahanan lawan hingga menyentuh garis tengah lapangan.

x

Check Also

Lini Pertahanan Manchester United Disebut Lebih Buruk Dari Tim Championship

Manchester – Performa lini pertahanan Manchester United yang buruk mendapatkan sindiran keras dari mantan pelatih ...