Home > Berita Liga Champions > Legenda Liverpool Ragu PSG Bisa Juara Liga Champions Karena Punya 3 Mega Bintang

Legenda Liverpool Ragu PSG Bisa Juara Liga Champions Karena Punya 3 Mega Bintang

London – Legenda Liverpool Jamie Carragher mengklaim PSG tak akan bisa jadi juara Liga Champions justru gara-gara tiga penyerangnya yakni Lionel Messi, Neymar, serta Kylian Mbappe.

psg

Klaim tersebut terlontar dari Carragher setelah melihat PSG berduel lawan Manchester City di matchday 5 Grup A Liga Champions 2021-22. Laga tersebut digelar di Etihad Stadium.

Di laga tersebut, PSG berhasil mencetak gol lebih dahulu. Mereka unggul via Kylian Mbappe pada menit ke-50.

Man City kemudian membalas melalui Raheem Sterling pada menit ke-63. Disusul kemudian dengan gol Gabriel Jesus pada menit ke-76. The Citizen akhirnya menang 2-1.

Skuat PSG musim ini memang bertabur bintang. Akan tetapi menurut Jamie Carragher, tim asuhan Mauricio Pochettino itu tak akan bisa jadi juara Liga Champions.

Pasalnya, tak seperti tim-tim macam Liverpool atau Chelsea, PSG memiliki beban dalam timnya. Carragher menyebut mereka memiliki tiga penumpang dalam skuatnya yakni Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe.

“Saya hanya tidak percaya tim dapat membawa siapa pun sekarang,” kata Carragher pada CBS Sports, seperti dilansir Sportbible.

“Katakanlah empat tim yang saya pikir salah satunya akan memenangkan Liga Champions – Man City, Liverpool, Chelsea atau Bayern Munich – mereka tidak membawa satu penumpang pun dalam timnya,” cetusnya.

“Mereka [PSG] membawa tiga, mereka sama sekali tidak punya peluang memenangkan Liga Champions, Paris Saint-Germain, sama sekali tidak ada peluang,” tegasnya.

Jamie Carragher kemudian mengaku ia merasa frustrasi melihat trio penyerang PSG. Namun dibandingkan Lionel Messi atau Neymar, ia paling kesal pada Kylian Mbappe.

Sebab ia bermalas-malasan di atas lapangan. Carragher kesal melihat Mbappe tak membantu timnya saat bertahan.

“Saya frustrasi menontonnya karena dengan Mbappe lebih dari siapa pun. Saya hampir bisa memahami Messi sampai batas tertentu, . . . . . . ia berusia 34 tahun, ia harus menyelamatkan dirinya sendiri untuk saat-saat tertentu, saya masih tidak berpikir mereka bisa membawanya, jangan lupa Barcelona sudah lama tidak memenangkan Liga Champions,” ujarnya.

“Tapi Mbappe berusia 22 tahun, ia harus berlari kembali dan kembali membantu rekan satu timnya melawan tim top Man City. Hal tentang jalan-jalan saja di atas lapangan, ini bukan untuk saya,” ketusnya.

Jamie Carragher kemudian membandingkan Kylian Mbappe dengan para pemain sayap atau bahkan striker di klub lain. Sebut saja Mohamed Salah , Riyad Mahrez, hingga Robert Lewandows.

Menurutnya, mereka semua bersedia turun ke bawah membantu timnya bertahan. Carragher pun yakin hal tersebut merupakan salah satu kunci utama sebuah tim bisa meraih prestasi.

“Ketika saya melihat [Mohamed] Salah dan [Sadio] Mane untuk Liverpool berlari ke mana-mana, saya melihat [Kevin] De Bruyne, saya melihat Mahrez, Raheem Sterling sama, Thomas Muller untuk Bayern Munich, [Robert] Lewandowski,” serunya.

“Saya hanya tidak bisa menerima, saya tidak peduli seberapa bagus mereka, bahwa mereka tidak bekerja untuk tim. Hari-hari mengangkut penumpang sudah lama berlalu,” ujarnya.

“Dan itulah mengapa tiga tim terbaik di Eropa saat ini – empat tim seperti Chelsea yang merupakan pemenang Liga Champions – tim lain tidak akan memenangkannya,” tegas Carragher. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Robert Lewandowski dan Sebastien Haller di Puncak Top Skor Liga Champions

Jakarta – Penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski, kembali mencetak gol di ajang Liga Champions 2021/22. ...