Home > Berita Liga Indonesia > Komdis PSSI Pastikan Pelatih Perserang Serang Tidak Terlibat Kasus Match Fixing

Komdis PSSI Pastikan Pelatih Perserang Serang Tidak Terlibat Kasus Match Fixing

Jakarta – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memastikan mantan pelatih Perserang Serang, Putut Wijanarko, tidak terlibat di dalam kasus dugaan percobaan match fixing atau pengaturan skor yang menimpa Perserang Serang.

Sebelumnya, Komdis PSSI telah memanggil Putut Wijanarko untuk dimintai keterangan. Dari pendalaman yang dilakukan, Komdis PSSI mengambil kesimpulan bahwa Putut Wijanarko tidak terlibat dalam kasus ini.

Menurut keterangan Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, posisi Putut Wijanarko hanya menerima laporan bahwa ada upaya match fixing yang melibatkan beberapa pemain Perserang Serang.

Manajemen Perserang Serang sendiri sebelumnya telah memberhentikan Putut Wijanarko dan lima orang pemainnya, yakni Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri.

Baca juga : Soal Dugaan Match Fixing, Komdis PSSI Serahkan ke Pihak Kepolisian

Untuk kasus ini, Komdis PSSI telah menjatuhkan sanksi kepada lima orang pemain Perserang Serang, merujuk pada Pasal 64 ayat (1) dan (2) point a jo Pasal 8 jo Pasal 9 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018.

“Dalam surat dari Babay Karnawi (manajer Perserang Serang), dia mengatakan, memecat lima pemain dan satu pelatih (Putut),” kata Erwin Tobing dalam . . . . . . sesi jumpa pers secara virtual, Rabu (3/11/2021).

“Setelah kami teliti, Putut tidak terlibat dalam pengaturan skor, dia (Putut) tidak pernah dihubungi atau diajak, tapi dia diberitahu, karena sudah jelang pertandingan, demi keutuhan pemain, dia akhirnya tidak memainkan kelima orang ini saat menghadapi Badak Lampung,” lanjut Erwin Tobing.

“Tapi Eka (Dwi Susanto) terpaksa dimainkan, karena tidak ada yang bisa mengimbangi permainan Eka, sehingga Eka dimainkan, itulah peran Putut,” sambung Erwin Tobing.

Terkait masalah pemecatan Putut Wijanarko, Erwin Tobing menilai hal ini hanya karena masalah komunikasi.

“Kenapa dia diberhentikan, kami menilai karena masalah manajemen,” ucap Erwin Tobing.

“Hubungan kurang harmonis antara manajer dan pelatih, sehingga dia meninggalkan mes berupa minta izin lewat WA (WhatsApp),” lanjut Erwin Tobing.

x

Check Also

Debut Perdana, Rahmad Darmawan Sukses Membawa RANS Cilegon FC Menang Atas Perserang Serang

Jakarta – Rahmad Darmawan sukses melewat debut perdananya melatih RANS Cilegon FC dengan membawa kemenangan ...