Home > Timnas Indonesia > Bila Permainan Tidak Berubah Timnas Indonesia Diprediksi Kesulitan Melawan Malaysia dan Vietnam

Bila Permainan Tidak Berubah Timnas Indonesia Diprediksi Kesulitan Melawan Malaysia dan Vietnam

Jakarta – Timnas Indonesia diprediksi akan kesulitan bila bertemu Vietnam dan Malaysia di Grup B Piala AFF 2020, bila cara bermainnya seperti yang mereka tunjukkan saat bertanding melawan Afghanistan dan Myanmar.

Sebelumnnya, Timnas Indonesia yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Turki berkesempatan melakukan laga uji coba melawan Afghanistan dan Myanmar.

Saat bertemu Afghanistan pada 16 November lalu, Timnas Indonesia kalah tipis dengan skor 0-1. Sementara saat beruji coba melawan Myanmar pada 25 November, tim Gaduda unggul dengan skor 4-1.

Menurut pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni, Timnas Indonesia akan kesulitan menghadapi Vietnam dan Malaysia bila cara bermainnya seperti yang ditunjukkan saat berhadapan dengan Afghanistan dan Myanmar.

“Kalau mau jujur, kita harus berpikir hati-hati, enggak kelebihan percaya diri. Kalau melawan tim yang pressing bagus, organisasinya bagus, walaupun kompetisinya enggak hebat, individualnya enggak istimewa, nah Malaysia seperti itu. Kita agak sedikit sulit,” kata Mohamad Kusnaeni.

“Saya pikir kita sudah belajar bagaimana melawan tim yang organisasi dan pressing-nya bagus. Jadi Shin akan mengevaluasi itu dan menghadapi Malaysia dengan pendekatan lebih baik. Kalau Vietnam kan tipe mainnya kayak Myanmar, cuma lebih rapi, lebih tajam,” lanjutnya.

Meski demikian, Kusnaeni mengakui secara keseluruhan permainan Timnas Indonesia semakin meningkat di bawah pimpinan pelatih Shin Tae-yong.

Sebelumnya, Shin Tae-yong sudah melalui fase ‘perkenalan’ dengan Timnas Indonesia saat . . . . . . Oman, Afghanistan, Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Lalu setelah performa Timnas Indonesia mulai membaik di empat laga terakhirnya, yakni dua kali melawan Taiwan, Afghanistan, dan Myanmar.

“Secara keseluruhan empat pertandingan timnas bersama Shin saya pikir cukup baik. Saya tidak melihat dari hasil kemenangan lawan Taiwan, tapi secara permainan kerangka tim sudah terlihat, cara main juga sudah terbentuk. Itu yang paling penting,” ujar Mohamad Kusnaeni.

“Pemain sudah tau cara mainnya bagaimana, dan penonton juga sudah punya ekspektasi yang sesuai. Oh, iya dia ngandelin pemain-pemain sayap yang cepat, ngandelin bek kanan dan kiri yang ketika ofensif bermain sebagai playmaker. Ini konsisten diterapkan,” sambung Kusnaeni.

Meski demikian, Kusnaeni menyoroti kelemahan Timnas Indonesia saat menghadapi bola-bola mati.

“Sebelumnya pernah saya bilang, ‘hati-hati bola mati’. Karena timnas itu kalau bola mati selalu bermasalah. Itu kelihatan belum bisa dibenahi oleh Shin Tae Yong. Akhirnya gol Myanmar gitu lagi, dari bola mati,” tutup Kusnaeni.

x

Check Also

Lepas Timnas Putri Indonesia ke Piala Asia Wanita 2022, Ketum PSSI Mengaku Terharu

Jakarta – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tidak bisa menahan rasa harunya saat melepas rombongan ...