Home > Berita Liga Indonesia > PSSI dan PT LIB Gelar Rapat Bersama Pemerintah Soal Kemungkinan Hadirnya Suporter

PSSI dan PT LIB Gelar Rapat Bersama Pemerintah Soal Kemungkinan Hadirnya Suporter

Jakarta – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar rapat bersama pemerintah, pada Rabu (13/10/2021) malam, untuk membahas soal kemungkinan hadirnya suporter di stadion.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari lampu hijau yang telah disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan pada hari Senin (11/10/2021) lalu.

Menurut Luhut, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah mulai menurun sehingga pemerintah akan mulai mengizinkan hadirnya suporter di stadion.

Setelah itu pada Selasa (12/10/2021), PSSI dan PT LIB langsung membahas soal persiapan dan segala pelaksanaan teknisnya.

Pada pertemuan PSSI dan PT LIB, selain membahas soal kemungkinan kehadiran suporter, dibahas pula evaluasi pelaksanaan kompetisi seri pertama Liga 1 dan Liga 2 yang sudah berjalan tiga pekan.

Hasil dari rapat tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah untuk mendapatkan feedback bila masih ada kekurangannya.

Sebenarnya, PSSI dan PT LIB sudah jauh hari membahas dan merancang soal kemungkinan kehadiran suporter di stadion. Ketika ada lampu hijau dari pemerintah, rancangan tersebut sudah siap untuk diajukan kepada pemerintah.

“Intinya semua sudah beres, untuk di pertandingannya ya. Liga 2 juga relatif baik. Walaupun masih ada beberapa kekurangan untuk yang berada di luar Pulau Jawa,” kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Rabu (13/10/2021).

“Tapi yang menarik dan agak panjang adalah membahas soal penonton karena pemerintah, ada kata mungkin, dari Pak Luhut (Binsar Panjaitan, Koordinator PPKM Jawa-Bali) yang menyatakan penonton bisa hadir 30 persen untuk Liga 1 dan 25 persen untuk Liga 2,” jelas Lukita.

“Sebetulnya dari awal ini sudah kami bicarakan juga (bersama pemerintah). Dan kami juga sudah membuat analisis dan kami berharap diberi saran yang bisa kami pikirkan juga,” tambahnya.

Namun . . . Gabung . . . sebelumnya, PT LIB sempat menyatakan bahwa pihaknya baru sanggup menerima kehadiran suporter paling cepat di awal tahun 2022 mendatang, karena membutuhkan persiapan yang panjang dan matang untuk memastikan kehadiran penonton tidak justru menimbulkan klaster baru COVID-19.

Salah satu yang harus disiapkan PT LIB adalah aplikasi digital bisa merekam riwayat COVID-19 seseorang, termasuk PeduliLindungi, aplikasi tiket online, hingga penomoran kursi stadion.

“(Penonton) masuk wajib melakukan antigen. Artinya ini akan menaikkan ongkos tiket, karena kami ingin semua terperiksa dengan baik. Kalau begitu kan pemeriksaan harus di venue kan,” ujar Lukita.

“Kecuali dia memakai aplikasi PeduliLindungi atau label-label yang sudah terdaftar kan pasti ada NAR (new all record)-nya di situ. Kalau begitu, kami tinggal mengecek saja karena pasti di paspornya akan kelihatan historisnya bahwa dia sudah periksa tanggal sekian dan dinyatakan negatif,” lanjutnya.

“Itu artinya akan ada satu sistem aplikasi yang tidak rumit dengan tidak harus membuka banyak aplikasi. Kami lagi coba memakai satu sistem itu yang menyatukan aplikasi ini menjadi satu. Tentu yang kami pikirkan adalah bagaimana cara layout di stadion, karena misalnya dengan kapasitas 30 ribu, itu penempatan (penonton) harus seperti apa, karena kan tidak bisa cuma menumpuk di satu titik saja,” tutupnya.

x

Check Also

PSG Pati Targetkan Juara Liga 2 2021

Jakarta – PSG Pati pasang target tinggi menjelang akan dimulainya kompetisi Liga 2 2021, yang ...