Home > Berita Liga Indonesia > PSS Sleman > Protes Suporter PSS Sleman Bisa Berakibat Liga Dihentikan

Protes Suporter PSS Sleman Bisa Berakibat Liga Dihentikan

Sleman – Sleman Fans masih menggelar protes ke pihak manajemen PSS Sleman untuk segera memenuhi tiga tuntutan mereka.

Mereka menuntut agar Dirut PT PSS Marco Gracia Paulo diganti, serta pelatih Dejan Antonic dan pemain Arthur Irawan dipecat dari skuad Super Elang Jawa.

Aks protes Sleman Fans ini dilakukan dengan mendatangi Omah PSS, datang ke Bandung, hingga yang terbaru mereka juga datang ke Solo saat PSS Sleman bertanding melawan Barito Putera, Jumat (15/10/2021) lalu.

Menurut pendapat pengamat hukum olahraga nasional Eko Noer Kristiyanto, aksi yang dilakukan Sleman Fans ini bisa berakibat dihentikannya kompetisi oleh pemerintah karena suporter telah menimbulkan kerumunan.

“Sleman ini harus diakui ya merupakan kelompok suporter yang mampu memerankan sebagai kelompok penekan. Cuma saya pikir kalau ada hal-hal di luar batas seperti lagi prokes,” kata Eko Maung, Senin (18/10/2021).

“Anda bayangkan di masa pandemi seperti ini melakukan mobilisasi dari kota yang jauh antarprovinsi. Mereka demo, berkerumun, dan ada juga tanpa masker dan tidak prokes. Saya pikir ini harus diingatkan juga karena buka masalah sepele,” kata lanjutnya.

“Memang dari teori gestur publik pihak yang berwenang bisa melarang atau diam. Namun, dalam diam mereka . . . . . . bisa mengeluarkan keputusan sanksi berat, misalnya kompetisi dihentikan satu-dua minggu,” ujar Eko Maung.

Karena itu, Eko Maung berharap agar suporter PSS Sleman bisa lebih menahan diri demi kepentingan bersama.

“Jadi kelakuan atau suatu hal di satu kota imbasnya bisa keseluruhan. Kita tak mau Bandung, Sleman atau Solo dianggap sebagai biang keladi oleh suporter lain. Mari kita selesaikan liga saat ini, dan melihat dinamika di musim depan,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita juga mengingatkan kepada para suporter untuk bersikap lebih dewasa agar liga tidak dihentikan.

“Para suporter harus lebih dewasa agar liga bisa terus jalan. Karena apabila ada kerumunan yang mengakibatkan klaster baru, apalagi ada kerusuhan, liga bisa dihentikan pemerintah,” kata Akhmad Hadian Lukita, kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

x

Check Also

Aaron Evans Menilai Semua Tim Liga 1 Memiliki Kekuatan Yang Sama

Sleman – Pemain asing PSS Sleman, Aaron Evans, menilai seluruh tim yang akan bertanding di ...