Home > Berita Liga Indonesia > Menpora dan PSSI Kaji Kemungkinan Hadirnya Penonton di Pertandingan Sepak Bola

Menpora dan PSSI Kaji Kemungkinan Hadirnya Penonton di Pertandingan Sepak Bola

Jakarta – Menpora Zainudin Amali bersama dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan PT Liga Indonesia Baru, menggelar diskusi untuk mengkaji kemungkinan hadirnya penonton di kompetisi Liga 1.

Dalam diskusi awal yang digelar di kantor Kemenpora pada Jumat (22/10/2021) kemarin ini, salah satu yang mendapatkan perhatian khusus yakni soal kesiapan infrastuktur bila nanti penonton diperbolehkan hadir di stadion.

“Tadi sudah digambarkan kepada kami sebagai diskusi awal, bagaimana jika nanti ada penonton dan berbagai hal yang akan disampaikan Ketum PSSI, apa yang harus disiapkan, karena ini sekali lagi bukan dalam kondisi normal seperti sebelumnya. Yang penting ada tiket kemudian duduk di mana saja,” kata Zainudin Amali dalam jumpa pers virtual.

“Selain itu, ada infrastruktur yang harus kita pikirkan. Itu jadi pertimbangan. Selain memang harus disiapkan benar supaya tidak menjadi hal yang menimbulkan masalah di kemudian hari. Dan sore ini adalah diskusi awal kami, jadi belum memutuskan apa-apa. Nanti kalau tiba saatnya kita mengundang pihak lain, dari Kemenkes, BNPB, kepolisian, dan Satgas,” lanjut Zainudin Amali.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga menyoroti hal yang sama dimana harus disiapkan lebih dulu infrastrukturnya sebelum penonton diperbolehkan datang dalam jumlah yang terbatas.

“Infrastruktur ini harus ditata betul karena tak semua stadion memenuhi syarat FIFA dan AFC. Sekarang kita lihat nomor di masing-masing kursi belum semua ada, bahkan stadion besar pun ada yang tak memakai itu. Itu perlu kita tindak lanjuti, belum lagi . . . . . . tanda silang dan lainnya,” kata Mochamad Iriawan.

“Lalu IT (Information Technology) karena pasti akan menggunakan tiket online dan harus memerlukan waktu untuk dikaji bersama. Belum lagi kami akan diskusi dengan beberapa kelompok suporter, yang nantinya kami akan coba undang 100-200 orang, kita lihat dulu bagaimana,” sambungnya.

“Penonton juga harus sudah divaksinasi dan melakukan tes swab Antigen karena itu sudah menjadi ketentuan. Sementara pemain menjalani tes yang sama begitupun penonton dan hal itu tak mudah, sehingga dalam pembiayaan akan terjadi pembengkakan. Kami juga harus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada seperti Kemenkes, BNPB, dan kepolisian,” tutur pria yang biasa disapa Iwan Bule ini.

Iwan Bule juga menyinggung soal adanya penumpukan penonton di luar stadion karena tidak semua penonton bisa diizinkan masuk.

“Tapi kami akan terus melakukan pengkajian, yang jelas kami perlu waktu karena tak mudah. Tahapannya ada evaluasi, IT, dan memerlukan rapat,” ujar Iwan Bule.

“Yang jelas mohon waktu, kita melakukan itu. Sekarang situasi sudah cukup nyaman bagi para suporter melihat televisi karena dari Senin sampai Minggu ada pertandingan,” tutupnya.

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...