Home > Berita Liga Spanyol > Barcelona > Joan Laporta Pusing Karena Cicilan Transfer Barcelona 1,9 Triliun

Joan Laporta Pusing Karena Cicilan Transfer Barcelona 1,9 Triliun

Barcelona – Pada musim ini Barcelona dilanda degan berbagai masalah. Selain buruknya prestasi di awal musim , klub asal Catalan membuat presiden Joan Laporta pusing karena memiliki masalah cicilan transfer pemain sangat besar.

Dari enam laga terakhirnya di semua ajang, Barca hanya menang sekali saja. Tiga kali kalah dan dua kali imbang. Tentu itu bukan hasil yang bagus. Itu adalah hasil yang sangat buruk.

Laporta dipusingkan dengan berbagai spekulasi masa depan Ronald Koeman dalam dua pekan terakhir ini. Menurut kabar yang beredar Barca disebut menimbang mendepak Koeman, pada akhirnya Laporta memilih mempertahankan Koeman sebagai pelatih.

Barcelona cukup bijak dalam bursa transfer di dua muisim terakhir ini. Mereka tak membelanjakan banyak uang untuk membeli pemain. Situasi ini, salah satunya terjadi karena krisis finansial yang melanda klub.

Sebelum itu, Barcelona gemar belanja pemain dengan harga mahal. Ada tiga pemain yang dibeli dengan harga di atas 100 juta euro yakni Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, dan Ousmane Dembele.

Baca juga : Gelandang Muda Barcelona Ini Menjadi Incaran Pep Guardiola

Bersumber dari Marca, kegemaran Barcelona belanja pemain dengan harga mahal di masa lalu membuat klub kini dalam situasi sulit. Sebab, ada beberapa transfer dengan skema pembayaran cicilan yang akan jatuh tempo.Totalnya Barcelona masih punya cicilan . . . Gabung . . . transfer pemain dengan nilai 115 juta Euro atau sekitar 1,9 triliun Rupiah.

Transfer Miralem Pjanic memberi beban besar bagi keuangan Barcelona. Ketika sang pemain gagal tampil optimal, klub harus memberinya gaji sangat mahal dan cicilan pembayaran transfer ke Juventus belum usai.

Tidak hanya itu, Barcelona juga masih punya utang senilai 39 juta Euro pada Juventus untuk transfer Pjanic. Barcelona juga punya cicilan 32 dan 16 juta euro kepada Ajax untuk transfer Frenkie de Jong dan Sergino Dest. Sementara, Barcelona juga punya cicilan 13 juta Euro pada Liverpool untuk transfer Coutinho.

Krisis finansial yang terjadi di tubuh Barcelona tak bisa disangkal. Pada awal musim 2021/2022, mereka tidak leluasa membeli pemain. Lalu, pemain senior juga harus dipotong gajinya agar keuangan klub stabil.

Di sisi lain, Barcelona juga masih berada dalam tren kerugian finansial yang tinggi. Pada musim 2020/2021 lalu, Barcelona merugi hingga 481 juta Euro. Hal ini membuat klub harus berhemat secara signifikan.

x

Check Also

Kasihan Barcelona Masih Belum Bisa Belanja Pemain Top Karena Kendala Keuangan

Barcelona – Pada musim ini Barcelona mengalami berbagai masalah, selain perfoma yang menjadi pekerjaan rumah ...