Home > Berita Liga Indonesia > Persebaya Surabaya > Azrul Ananda Ternyata Pernah Dilarang Sang Ayah Mengelola Klub Sepak Bola

Azrul Ananda Ternyata Pernah Dilarang Sang Ayah Mengelola Klub Sepak Bola

Jakarta – Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, ternyata pernah dilarang sang ayah, Dahlan Iskan, untuk tidak terjun mengelola klub sepak bola.

Hal ini diungkapkan Azrul Ananda saat diwawancara oleh channel YouTube Helmy Yahya.

Seperti diketahui, Azrul Ananda, menjabat sebagai Presiden Persebaya Surabaya sejak 2017 lalu, menggantikan Cholid Goromah.

Sebelumnya, PT Jawa Pos Sportainment (JPS) telah mengakuisisi 70 persen saham PT Persebaya Indonesia, sedangkan sisanya masih menjadi milik Koperasi Surya Abadi Persebaya.

Namun, sejak 2018 lalu keluarga Dahlan Iskan melepas sahamnya di Jawa Pos, sedangkan saham yang dimiliki PT JPS dialihkan ke perusahaan keluarga.

Kecintaan Azrul Ananda kepada dunia olah raga sudah terlihat sejak masih kecil. Ia sudah tergabung di klub bulu tangkis Djarum Surabaya yang dilatih legenda bulutangkis Indonesia Njoo Kiem Bie, sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Ketika masih menjadi Pemimpin Redaksi Jawa Pos, Azrul Ananda juga menjadi penggagas kompetisi liga bola basket pelajar SMP dan SMA terbesar di Indonesia melalui Developmental Basketball League (DBL) yang masih berjalan hingga kini.

Baca juga : Persebaya Tak Ingin Bikin Gaduh di Bursa Transfer

Azrul Ananda mengaku pernah dilarang sang ayah untuk mengelola klub sepak bola karena Dahlan Iskan sudah pernah merasakan bagaimana sulitnya mengurus klub.

“Abah bilang cukup dia saja yang merasakan sulitnya mengelola tim sepak bola. Abah kan lama menjadi pengurus Persebaya,” ujar Azrul Ananda.

Namun setelah melewati perhitungan yang matang bersama timnya, termasuk Chandra Wahyudi yang kini menjabat sebagai . . . Gabung . . . manajer Persebaya, Azrul Ananda pun memutuskan untuk terjun.

Menjelang kesepakatan dengan pihak Persebaya Surabaya, Azrul Ananda pun menghubungi sang ayah yang ketika masih sering berada di Tiongkok dalam rangka pengobatan.

“Saya mengirim pesan singkat ke Abah dengan kalimat, kita kelola Persebaya. Abah menjawab pesan saya itu dengan kalimat, Abah senang,” ungkap Azrul.

Setelah menjabat Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda sukses membawa Persebaya menjadi juara Liga 2 2017 sehingga bisa promosi ke Liga 1.

Pada kompetisi Liga 1 2018, prestasi Persebaya juga cukup bagus sebagai tim dengan status promosi, dengan menduduki peringkat ke-5 klasemen akhir Liga 1 2018.

Sedangkan pada kompetisi Liga 1 2019 lalu, Persebaya finish di posisi kedua klasemen akhir. Terpaut 10 poin dari Bali United yang menjadi juara Liga 1 2019.

Sebagai Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda juga ingin membawa klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini menjadi juara di Liga 1, namun juga sehat dan kuat secara finansial.

“Prestasi atau meraih trofi juara butuh dana besar. Jadi harus didukung dengan finansial yang baik,” tegas Azrul Ananda.

x

Check Also

Jelang Laga Kontra PSIS, Pemain Belakang Persebaya Banyak Dipanggil Timnas Indonesia

Jakarta – Persebaya Surabaya akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Wibawa Mukti pada pekan ke-6 ...