Home > Berita Liga Prancis > Terjadi Tawuran Dan Kerusuhan Dalam Laga Nice vs Marseille Ligue 1

Terjadi Tawuran Dan Kerusuhan Dalam Laga Nice vs Marseille Ligue 1

Pertandingan antara OGC Nice dan Marseille pada pekan kedua Ligue 1, di Allianz Riviera, Senin (23/8) dini hari WIB, berakhir dengan kerusuhan. Pertandingan sebenarnya berjalan menarik, tapi dinodai dengan aksi ribut antarpemain. Suporter pun ikut masuk ke dalam lapangan, tepatnya suporter dari tuan rumah, dan hal itu membuat pertandingan harus dihentikan. Marseille menolak untuk keluar dari ruang ganti, karena kejadian ini cukup menakutkan.

Wasit meniup peluit akhir dengan hanya pemain Nice yang tersisa di lapangan, dan hukuman siap menghampiri Marseille. Berdasarkan peraturan dari Ligue de Football Professionnel (LFP), Marseille otomatis kalah tiga gol tanpa balas.

Keributan ini bermula dari aksi suporter Nice yang melempari pemain Marseille yang sedang bertanding di lapangan. Dimitri Payet menyulut situasi, setelah dirinya membalas balik lemparan suporter itu saat ingin mengambil tendangan penjuru.

Apa yang terjadi pada laga Nice dan Marseille?

Suporter di Allianz Riveira melempari pemain Marseille dengan berbagai barang sepanjang pertandingan, dan Dimitri Payet melempar balik botol yang mengarah kepadanya. Situasi itu terjadi pada menit ke-74, saat mantan West Ham United ini ingin memgambil sepak pojok.

Setelahnya, situasi menjadi kacau karena pendukung Nice menyerbut masuk lapangan, mendorong papan iklan di pinggir lapangan, dan memperlihatkan kalau mereka siap ribut dengan para pemain Marseille. Beberapa pemain bahkan menampilkan bekas . . . Gabung . . . luka setelah pertandingan.

Matteo Guendouzi dan Luan Peres memperlihatkan leher mereka mendapat bekas luka, seperti bekas luka cekik, karena peristiwa ini. Nahas untuk Peres sebagai pendatang baru di Ligue 1, karena beberapa hari setelah sampai di Prancis, rumahnya sempat kerampokan.

Pada cuplikan keributan di Allianz Riveira ini, Jorge Sampaoli, juga sempat terlihat ngamuk dengan kejadian ini. Tertangkap juga satu orang suporter harus cepat-cepat dievakuasi dengan tandu karena cedera parah, dan Payet mendapatkan luka cakar di punggung.

Apa kata mereka?

Situasi ini menyeramkan dan tidak menguntungkan bagi Marseille, dan menjadi sebab mereka ogah melanjutkan pertandingan.

“Kami tidak akan bermain! Kami tidak mau main!” kata Pablo Longoria, presiden dari Marseille.

Nice dan LFP akan tetap memproses hukuman bagi Marseille, tapi Longoria yakin kalau itu bukan hal yang harusnya dilakukan.

“Wasit mendukung kami, mereka setuju bahwa pertandingan tidak aman untuk kami,” kata Longoria.

x

Check Also

Kylian Mbappe Tolak Kontrak Baru PSG, Harapan Buat Real Madrid

Kesempatan Real Madrid untuk mendapatkan Kylian Mbappe semakin besar. Terutama dengan adanya isu kalau sang ...