Home > Berita Liga Spanyol > Permohonan Keringanan Dari Presiden Barcelona Ditolak Liga Spanyol

Permohonan Keringanan Dari Presiden Barcelona Ditolak Liga Spanyol

Barcelona saat ini sedang bermasalah soal tagihan gaji yang jauh melewati batas ketentuan pihak Liga Spanyol. Tagihan gaji pemain Barcelona pada musim 2020-2021 disebut berada di angka 671 juta euro (sekitar Rp11,5 triliun). Sementara itu, batas yang ditentukan oleh pihak Liga Spanyol terkait gaji pemain adalah 382,7 juta euro (sekitar Rp6,5 triliun).

Barcelona sebenarnya sudah berusaha memenuhi kewajiban yang dituntut pihak Liga Spanyol. Adapun cara yang ditempuh Barcelona agar bisa mengurangi tagihan gajinya adalah melepas beberapa pemainnya. Tapi, usaha Barcelona sejauh ini belum maksimal dan mereka masih memiliki tagihan gaji yang jauh di atas batas ketentuan Liga Spanyol.

Baca Juga : Messi Ditolak Ikut Berlatih Karena Belum Teken Kontrak

Akibat yang mungkin diterima Barcelona kalau tidak sanggup memenuhi tuntutan Liga Spanyol sendiri adalah tidak bisa mengikutsertakan empat rekrutan anyar mereka. 4 pemain yang direkrut Barcelona pada bursa transfer musim panas 2021 adalah Sergio Aguero, Eric Garcia, Memphis Depay, dan Emerson Royal.

Bukan empat pemain itu saja yang kemungkinan tidak bisa diikutsertakan Barcelona ke dalam skuadnya untuk Liga Spanyol 2020-2021. Pemain yang musim lalu menjadi kapten tim, Lionel Messi, juga bisa tidak terdaftar dalam skuad Barcelona untuk musim baru. Saat ini Lionel Messi sedang berstatus tanpa klub setelah kontraknya di Barcelona berakhir pada 30 Juni 2021.

Barcelona sebenarnya sudah berhasil membujuk Lionel Messi untuk bergabung dengan mereka lagi. Tapi, dengan kondisi seperti itu, Lionel Messi pun akan terhitung seperti empat pemain yang sudah disebut sebelumnya, yaitu rekrutan anyar pada musim panas 2021. Di sisi lain, Barcelona sangat ingin mendaftarkan empat pemain barunya plus Lionel Messi untuk musim 2021-2022.

Tapi, karena tagihan gaji belum juga berhasil dikurangi, sampai sekarang Barcelona masih berstatus tidak bisa mendaftarkan empat pemain barunya dan juga Lionel Messi. Melihat situasi itu, Joan Laporta memohon kepada pihak Liga Spanyol untuk mengeluarkan keringanan agar klub yang dipimpinnya bisa memasukkan Aguero, Garcia, Depay, Emerson, dan terutama Messi.

“Kami ingin lebih banyak fleksibilitas dari liga untuk dapat memasukkan lebih banyak pemain,” kata Laporta seperti dikutip dari Marca.

“Negosiasi dengan Messi berjalan dengan baik, tapi kami sedang memperbaiki beberapa masalah di kedua sisi,” jelasnya.

Dengan membuat permohonan seperti itu, dapat dilihat betapa Laporta berharap Liga Spanyol mengerti kondisi Barcelona saat ini dan akhirnya memberikan keringanan. Tapi, permohonan Laporta itu sepertinya tidak akan terwujud. Dikutip dari laporan Marca, pihak Liga Spanyol tidak bersedia menuruti permohonan Laporta.

Terdapat tiga alasan mengapa pihak Liga Spanyol tidak akan mewujudkan permohonan Laporta tadi.

1. Klub Liga . . . Gabung . . . Spanyol enggan mengubah aturan

Kebijakan pembatasan gaji setiap klub bukan semata-mata ditentukan oleh pihak LaLiga, penyelenggara Liga Spanyol. Tapi, keputusan itu diambil berdasarkan hasil diskusi dengan seluruh klub peserta Liga Spanyol. Klub-klub Liga Spanyol sendiri saat ini sudah menaati kebijakan itu. Bahkan, kebijakan itu sudah memakan korban.

Elche, Murcia, dan Reus mendapat hukuman administrasi karena tidak bisa mematuhi kebijakan batasan gaji. Oleh karena itu, klub-klub Liga Spanyol pun tidak mau mengubah kebijakan batasan gaji karena Barcelona semata. Pihak LaLiga pun disebut mengerti sikap dari klub-klub Liga Spanyol tadi. Oleh karena itu, mereka tidak akan mewujudkan permohonan Laporta.

2. Liga Prancis dan Liga Italia sudah mengalami masalah serius

Beberapa klub Ligue 1, kompetisi teratas Liga Prancis, mengalami masalah keuangan kritis karena pembatalan kompetisi musim 2019-2020. Karena pembatalan itu, beberapa klub terancam bangkrut dan sekarang pihak Ligue 1 harus mencari bantuan mengingat pembatalan liga musim 2019-2020 adalah keputusan yang mereka buat. Klub Liga Italia juga kesulitan, bahkan mereka sampai memohon pemerintah Italia untuk mengizinkan sponsor dari rumah judi masuk kembali.

Sebelumnya, sponsor klub Liga Italia tidak boleh berasal dari rumah judi. Sementara itu di Spanyol, kalau klub terancam finansialnya, bantuan pemerintah adalah satu yang akan menjadi opsi utama. Klub Liga Spanyol sebenarnya terbuka dengan opsi itu, tapi bantuan itu bisa membuat mereka berhutang pada negara dan klub-klub LaLiga enggan hal itu terjadi pada mereka.

Barcelona juga begitu, tidak memiliki memiliki hutang lagi. Maka dari itu, mereka meminta pihak Liga Spanyol memberikan keringanan. Tapi, situasi Barcelona di mata pihak Liga Spanyol hanya akan membahayakan kelangsungan liga, itulah mengapa LaLiga menolaknya. Karena, kalau dibiarkan, Barcelona akan terus seperti itu: memiliki tanggungan gaji besar sementara penghasilan mereka tidak cukup.

3. Kurangnya simpati karena Barcelona masih terlibat dalam European Super League alias Liga Super Eropa

Menurut Liga Spanyol dan klub-klub yang ada di dalamnya, keterlibatan Barcelona dalam European Super League hanya didasari keinginan memperkaya diri sendiri. Sementara dalam proses mewujudkan European Super League, ada kemungkinan kompetisi nasional terganggu dan akhirnya rusak. Oleh karena itu, pihak Liga Spanyol yang mewakili suara klub-klub yang ada di dalamnya menolak permohonan Laporta.

x

Check Also

AS Roma Dapatkan Dua Gelandang Baru Untuk Memperkuat Tim Musim Depan

Sering Berhadapan Dengan Messi, Gelandang Beritahukan Cara Untuk Menghadapinya

Spanyol – Maxime Gonalons, gelandang Granada menceritakan pengalamannya selama bermain bersama Lionel Messi.Messi selama ini ...