Home > Berita Liga Indonesia > Mochamad Iriawan Pernah Menyesal Jadi Ketua Umum PSSI

Mochamad Iriawan Pernah Menyesal Jadi Ketua Umum PSSI

Jakarta – Tingginya harapan masyarakat Indonesia terhadap Timnas Indonesia meski di saat pandemi COVID-19 seperti saat ini pernah membuat Mochamad Iriawan seikit menyesal menjadi Ketua Umum PSSI.

Hal ini diungkapkan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Menurut pengakuan Hasani Abdulgani, sejak terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada November 2019, sosok Mochamad Iriawan sangat peduli terhadap pembinaan pemain Timnas Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan ditunjuknya Shin Tae-yong yang merupakan mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

“Dari pertama kali saya terpilih sebagai anggota Exco, Ketua PSSI itu sangat konsen sekali dengan Timnas Indonesia. Waktu kami pilih Shin Tae-yong, kami mengharapkan dia bisa membawa Timnas Indonesia naik peringkat FIFA,” kata Hasani Abdulgani, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Namun sayangnya, belum lama kemudian dunia, termasuk Indonesia, dilanda pandemi COVID-19 yang melumpuhkan seluruh kegiatan sepak bola.

“Namun, kondisi yang terjadi saat ini karena pandemi, Ketua PSSI sampai mengeluh terus kepada saya. ‘Aduh, kalau tahu begini, kami dulu tidak usah milih menjadi pengurus PSSI’. Sebab, kami ketiban sialnya saat ini,” ungkap Hasani.

Kompetisi sepak bola di Indonesia berhenti, sementara Timnas Indonesia tidak banyak berkegiatan, termasuk ditundanya sejumlah agenda pertandingan sepak bola, seperti Piala Dunia U-20 dan lainnya.

Namun sekalinya mendapat kesempatan bermain, Timnas Indonesia justru babak belur di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

“Kami dimarahi. Seakan-akan masyarakat sepak bola itu tidak mau peduli karena sedang pandemi. Yang mereka tuntut, mengapa Timnas Indonesia seperti ini, mengapa seperti itu,” jelas Hasani.

“Kalau . . . Gabung . . . saya perhatikan apa yang Shin Tae-yong lakukan di Timnas Indonesia level usia, saya yakin dengan dia secara proses. Kalau di Timnas senior, saya belum lihat,” tambah Hasani.

Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari Mahaka Sports dan Entertainment ini masih percaya dengan tangan dingin Shin Tae-yong yang bisa dirasakan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Saya pikir, kalau prosesnya untuk dua atau tiga tahun ke depan, saya yakin peringkat ke-174 Timnas Indonesia di ranking FIFA akan naik. Tapi tidak bisa saat ini, karena kompetisi baru berjalan,” ucap Hasani.

“Kami selesaikan dulu ini supaya masyarakat sepak bola terhibur, kompetisi bisa jalan, masyarakat dan pemain juga tidak kehilangan mata pencahariannya. Jadi ini dulu yang kami sukseskan,” ujarnya.

Karena itu, Hasani berharap Timnas Indonesia bisa berprestasi demi mewujudkan Inpres Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

“Kami ingin Timnas Indonesia berprestasi dan masuk di catatan saya. Karena Inpres Nomor 3 2019 itu ujung-ujungnya adalah prestasi Timnas Indonesia. Jadi apapun yang dibicarakan, ujungnya ke sana. Kalau sudah sama-sama kita pikirkan tidak berprestasi juga, siapa yang salah?” tutup Hasani.

x

Check Also

Bos PSKC Cimahi Sebut Klubnya Masih Cari Pemain Baru

Jakarta – Menjelang akan bergulirnya kompetisi Liga 2 2021, PSKC Cimahi masih akan mencari pemain ...