Home > Berita Liga Indonesia > Bali United > Kiper Muda Bali United Usir Kejenuhan Dengan Menikmati Keindahan Pulau Dewata

Kiper Muda Bali United Usir Kejenuhan Dengan Menikmati Keindahan Pulau Dewata

Denpasar – Hingga sejauh ini belum ada kejelasan dari PSSI dan PT LIB soal jadwal dimulainya kompetisi Liga 1 2021/22.

Apalagi pemerintah juga tengah menerapkan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya untuk menekan angka positif Covid-19.

Terkait hal ini, kiper muda Bali United, Rakasurya Handika, juga mengaku mulai dihinggapi rasa jenuh karena kompetisi belum juga bergulir.

“Bukan jenuh sebenarnya, tapi lebih ke galau. Mau sampai kapan liga ditunda terus? Seperti di Piala Menpora kemarin, semua tim sudah menjalani protokol kesehatan yang ada, termasuk selalu tes swab antigen sebelum ke stadion,” kata Rakasurya.

“Toh pertandingan tidak ada penonton juga kan. Ayolah mulai lagi. Kalau PPKM diperpanjang lagi, liga jangan sampai ditunda lagi. Pokoknya harus jalan,” lanjutnya.

Terkait kegiatan latihan selama PPKM di Bali, Rakasurya mengaku tidak mengalami kesulitan karena ia biasa berlatih bersama kiper lainnya di lapangan futsal mini yang ada di mes Bali United.

“Latihan biasanya dengan kiper lain, seperti Mas Wawan Hendrawan. Fokusnya feeling tangkapan agar tidak hilang,” ungkap Rakasurya.

Sementara itu, terkait persaingan antar kiper di skuad Bali United, . . . Gabung . . . Rakasurya melihat hal itu bukan sebagai persaingan namun sebagai proses untuk sama-sama belajar dan saling koreksi satu sama lain.

“Kalau persaingan tidak ya. Seperti yang dikatakan Mas Wawan, kami di sini sama-sama belajar dan saling memberikan masukan. Ketika lawan Barito Putera di Tour de Java misalnya, Mas Wawan memberikan banyak masukan. Sama-sama belajar pokoknya,” ujar Rakasurya.

Sedangkan untuk mengusir rasa kejenuhan akibat PPKM, Raka memilih untuk jalan-jalan menikmati keindahan Pulau Dewata.

Beberapa waktu lalu, Raka juga sempat ikut melakukan ritual melukat, tradisi masyarakat Bali yang bertujuan untuk menyucikan diri.

“Saya juga sempat melakukan ritual melukat (menyucikan diri untuk memperoleh kebaikan) sebagai tradisi adat Bali di kawasan Sebatu, Kabupaten Gianyar, enak, segar,” ujar Rakasurya.

x

Check Also

Saham Bali United Meroket Karena Fokus Pada Dua Hal Ini

Jakarta – Nilai Saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) yang menaungi Bali United dan ...