Home > Berita Euro > Inggris Terlihat Spesial Pada Euro 2020, Capello Jelaskan Alasannya

Inggris Terlihat Spesial Pada Euro 2020, Capello Jelaskan Alasannya

Banyak yang sempat meragukan peluang Inggris melaju jauh di fase gugur Euro 2020. Apalagi mereka sempat dipertemukan dengan Jerman yang merupakan salah satu unggulan juara. Keraguan publik terhadap Inggris cukup beralasan. Pasukan Gareth Southgate itu tidak tampil meyakinkan di fase grup dulu. Pertama, mereka lolos sebagai juara grup yang relatif mudah tapi gagal menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan.

Alasan berikutnya adalah lini depan Inggris yang dirasa kurang tajam. Perlu diketahui kalau the Three Lions dipastikan melaju ke fase gugur hanya dengan mencetak dua gol saja. Positifnya, Inggris tidak kebobolan sama sekali. Tapi keraguan itu sirna begitu Inggris mengalahkan Jerman di babak 16 besar. Keyakinan semakin meninggi setelah Harry Kane dkk menghantam Ukraina dengan skor telak 4-0 di babak perempat final.

Baca Juga : Kemampuan Inggris Tumbuh Sepanjang Pertandingan Euro 2020, Calon Juara

Publik langsung berubah pikiran soal Inggris. Mereka sekarang memandang the Three Lions sebagai salah satu kandidat juara. Apalagi negara-negara kuat seperti Prancis, Portugal, Belgia dan bahkan Jerman sudah tersingkir lebih dulu. Fabio Capello menjelaskan alasan kenapa Inggris spesial di tahun ini. Mantan juru taktik the Three Lions itu menggarisbawahi aspek agresivitas tim.

“Mereka bermain dengan baik. Mereka kompak, menaruh perhatian yang besar pada pertahanan serta lini tengah,” jelas Capello saat diwawancarai . . . Gabung . . . Corriere della Sera.

“Mereka agresif dan mematikan pada bola mati. Melawan Ukraina, mereka mencetak dua gol dari bola mati dan tiga sundulan. Mereka harus dijunjung tinggi, karena mereka sedang berada dalam momen yang tepat,” jelasnya.

Kekuatan Inggris lainnya terletak pada pertahanan. Capello mendeteksi kalau Southgate melakukan perubahan skema, di mana para pemain bertahan diminta untuk lebih agresif saat bola berada di penguasaan lawan.

“Di sisi sayap mereka punya pemain yang cepat. Southgate menyadari kalau terus bermain dengan garis pertahanan yang mundur saat lawan menguasai bola tidak memberikan hasil. Sekarang dua bek tengah menyerang penyerang yang menerima bola,” katanya lagi.

“Tidak kebobolan adalah sebuah perubahan mentalitas. Lalu, sang kiper [Jordan] Pickford juga bisa bermain menggunakan kakinya. Itu menjadi senjata tambahan,” jelasnya.

Pada hari Kamis (8/7/2021) nanti, Inggris akan berhadapan dengan Denmark dalam pertandingan semifinal Euro 2020. Pertandingan itu akan diselenggarakan di Wembley, yang membuat the Three Lions jadi tidak punya alasan lagi untuk kalah.

x

Check Also

Terkuak Team Talk Roberto Mancini Yang Menjadikan Italia Juara Euro 2020

Beredar video talk team yang dilakukan Roberto Mancini jelang pertandingan final Euro 2020. Mancini tidak ...