Home > Berita Liga Indonesia > Dirut PT LIB Sempat Terkapar Sepekan Karena Terpapar Covid-19

Dirut PT LIB Sempat Terkapar Sepekan Karena Terpapar Covid-19

Jakarta – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, sempat kritis dan dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19.

Akhmad Hadian Lukita mengabarkan bahwa dirinya harus dirawat di ICU kurang lebih selama sepekan pada pertengahan Juni lalu.

Dalam foto yang dibagikan, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terlihat menggunakan alat bantu pernafasan di wajahnya.

Namun beruntung, masa-masa kritis tersebut sudah terlewati, meski ia belum bisa beraktivitas dengan normal dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, sekarang semakin membaik. Masih ada sedikit kabut di paru kanan bawah. Sekarang lagi terapi nafas, targetnya pekan depan sudah beraktivitas lagi,” kata Akhmad Hadian Lukita.

“Kapok saya, varian baru ini memang cepat sekali menularnya,” ujarnya.

Akhmad Hadian Lukita merasa bersyukur karena dirinya bisa cepat tertangani.

“Saya mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Sehari lamanya masuk ruang HCU/ICU. Beruntung, langsung ditangani paramedis. Jika tidak, entah apa yang terjadi. Terima kasih, ya Allah,” ujar Akhmad Hadian Lukita.

“Di sela-sela menjalani perawatan dari rumah, pikiran saya terbuka. Merasakan langsung kepedihan yang dialami pasien Covid-19, bukan cuma paham lewat berita,” sambungnya.

“Saya yang mendapatkan kamar dan pelayanan yang layak, begitu cemas. Beragam tanda tanya dengan mudah mengemuka. Sama halnya dengan keluarga dan orang-orang dekat. Lantas, bagaimana dengan pasien-pasien ini?”

“Di titik ini, pengalaman terpapar Covid-19 plus melihat dan mengalami . . . Gabung . . . secara langsung apa yang terjadi di sekeliling, saya merasa mendapatkan pelajaran penting dari Allah SWT. Saya dianugerahi kesempatan hidup yang kedua. Alhamdulillah,” ucapnya.

Karena itu, Akhmad Hadian Lukita sependapat bila kompetisi Liga 1 2021/22 ditunda sebab angka kasus positif Covid-19, khususnya di Pulau Jawa dan Bali, sedang mengalami peningkatan.

“Pekan lalu, diumumkan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ditunda. Akan digelar lagi usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dicabut. Bisa digelar akhir Juli atau Agustus 2021 nanti. Tergantung perkembangan kondisi dan juga komunikasi kami dengan semua pihak,” ujar Akhmad Hadian Lukita.

“Saya sangat mendukung keputusan tersebut. Bukan melulu karena saya tidak terlibat banyak di balik keputusan penundaan itu. Bukan pula lantaran saya sembuh kemudian kompetisi baru berputar. Bukan, sekali lagi, bukan alasan itu. Namun, semua karena pertimbangan kemanusiaan. Anjuran pemerintah itu benar. Saat ini, pandemi Covid-19 sangat tinggi. Terutama di Jawa dan Bali,” tutupnya.

x

Check Also

Gibran Sindir Pemain AHHA PS Pati FC Jago Kungfu, Begini Respon Kocak Atta Halilintar

Jakarta – Chairman AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, memberikan respon kocak atas sindiran yang ...