Home > Berita Liga Spanyol > Barcelona Dilanda Krisis Akibat Kontrak Messi Yang Tidak Berakhir

Barcelona Dilanda Krisis Akibat Kontrak Messi Yang Tidak Berakhir

Secara resmi Lionel Messi telah menjadi pemain bebas klub setelah kontraknya di Barcelona berakhir. Sang pemain ingin bertahan, namun mengapa Blaugrana belum menyodorinya kontrak baru dan mengapa mereka tidak bisa mendaftarkan para rekrutan baru?

Presiden Barcelona, Joan Laporta mengklaim “semua berada di jalurnya” saat ia menyatakan optimismenya bahwa Messi, yang telah dikaitkan dengan klub-klub seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain, akan tetap bertahan.

Namun, batasan gaji menjadi penyebab tertundanya negosiasi kontrak baru Messi yang berdampak pada situasi di mana klub tidak bisa mendaftarkan para pemain baru mereka. Goal menjelaskan alasan di balik kesulitan finansial Barca di bawah ini.

Baca Juga : Barcelona Tempuh 3 Cara Untuk Selesaikan Kontrak Lionel Messi

Apakah Messi ingin bertahan di Barca? 

Goal dapat mengonfirmasi bahwa Messi punya keinginan bertahan di Camp Nou dan ingin menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun dengan klub.

Memang, Barca sangat menginginkan kapten dan andalan mereka untuk bertahan, yang berarti akan menambah masa bakti sang pemain menjadi 21 tahun sejak ia memulai karier di Spanyol bersama raksasa Catalunya.

Laporta, dan jajaran eksekutifnya, Ferran Reverter dan Mateu Alemany, telah telah mengupayakan perpanjangan dua tahun untuk Messi, meski ada kendala masalah finansial yang terus menghambat kemajuan proses negosiasi.

Apa masalah finansial yang dihadapi Barca?

Telah terungkap bahwa raksasa La Liga memiliki utang €1,2 miliar, yang membuat manajemen klub kesulitan untuk menegosiasikan kontrak baru dan merekrut pemain anyar.

Namun, masalah utama dari kontrak Messi adalah salary cap atau batas gaji yang diterapkan La Liga pada Barca, sehingga saat ini mustahil bagi klub untuk menyetujui kesepakatan baru dengan pemain berusia 34 tahun itu sesuai dengan harapannya.

Mundur ke musim panas 2019, Barca memiliki batas gaji €671 juta. Pada Maret tahun ini, karena pandemi COVID-19 dan manajemen buruk mantan presiden Josep Maria Bartomeu, angka itu turun menjadi €348 juta.

Selain itu, Barca melewati batasan angka tersebut ketika menyelesaikan musim kemarin, membuat Javier Tebas tidak akan mengizinkan mereka mengikuti kampanye 2021/22 apabila tidak segera menyeimbangkan neraca finansial batas gaji mereka.

Memang, Messi menyandang status sebagai pesepakbola dengan gaji tertinggi di dunia dan klub Catalunya itu tidak ingin menurunkan standar gajinya, setidaknya untuk dua musim ke depan.

Dan, bukan hanya masa depan Messi yang terdampak oleh masalah finansial di klub.

Bahkan para rekrutan musim panas seperti Eric Garcia, Memphis Depay, Emerson dan Sergio Aguero belum bisa didaftarkan ke klub sebelum klub mengurangi beban gaji . . . Gabung . . . dengan menjual beberapa pemain.

Siapa yang pergi & siapa yang dijual?

Barca telah melepas Jean-Claire Todibo, dengan Nice sepakat merekrut bek tengah secara permanen setelah meminjamnya selama semusim dengan biaya awal €8,5 juta.

Sementara itu, Konrad de la Fuente, sepakat pindah ke Marseille dengan nilai transfer €3 juta dan Junior Firpo hijrah ke Leeds United dengan banderol €15 juta. Matheus Fernandes juga menjadi pemain lain yang dilepas klub usai kontraknya tidak diperpanjang.

Francisco Trincao juga telah diizinkan untuk pergi dengan status pinjaman ke Wolverhampton Wanderers, dengan klub Liga Primer Inggris itu punya opsi untuk membeli youngster Portugal itu secara permanen.

Beberapa penjualan di atas belum cukup, karena Barca masih harus menjual lebih banyak pemain dalam beberapa pekan ke depan.

Usaha lebih lanjut untuk memangkas pengeluaran gaji telah memaksa mereka untuk menegosiasikan pemutusan kontrak Samuel Umtiti dan Miralem Pjanic, dua pemain yang dianggap tidak cocok dengan skema Ronald Koeman sebagai pelatih.

Martin Braithwaite dan Philippe Coutinho, di sisi lain, juga berpeluang untuk dijual, dengan Barca akan siap mendengarkan segala bentuk tawaran untuk mereka.

Jika Umtiti, Pjanic dan Coutinho semua dijual, dengan asumsi nominal transfer mencapai €64 juta kotor, jumlah itu ternyata masih belum cukup untuk memenuhi batas gaji.

Ada harapan bahwa Tebas akan melonggarkan pembatasan gaji, meski pun pada Juli kemarin, sang presiden La Liga menegaskan tidak akan ada pengecualian soal aturan itu untuk Barca. Kata Tebas: “Kami tidak dapat membuat aturan khusus untuk Messi atau untuk [Erling] Haaland. Aturan yang ada adalah apa adanya.”

“Para manajer mengetahuinya dengan baik dan tidak akan berubah. Upaya yang dilakukan oleh Barca untuk mengurangi tagihan gaji mereka berada di jalur yang benar namun tidak akan ada aturan khusus. Aturan harus dipatuhi, kami tidak akan mengubahnya. Kami tidak akan membuat aturan ad-hoc untuk Messi.”

Apa yang dikatakan Laporta??

Laporta mengatakan kepada El Transistor ketika ditanya tentang pembaruan kontrak jangka panjang Messi: “Kami ingin Messi bertahan dan Leo ingin bertahan, semuanya berjalan sesuai rencana.”

“Kami memiliki masalah fair play, kami sedang dalam proses mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak.”

x

Check Also

Ronald Koeman Anggap Penampilan Depay Sesuatu Banget Untuk Barcelona

Memphis Depay memutuskan tidak memperpanjang kontraknya di Olympique Lyon dan bergabung secara gratis ke Barcelona. ...