Home > Berita Euro > 6 Pemain Bintang Ini Gagal Bersinar di Euro 2020

6 Pemain Bintang Ini Gagal Bersinar di Euro 2020

Salah satu momen yang dinanti dari pesta sepak bola terbesar Eropa yaitu Euro 2020 adalah performa impresif dari bintang lapangan hijau. Pemain bintang yang tampil menawan untuk klub diharapkan bisa mempertahankan performanya saat bermain membela Timnas. Walau begitu, nggak semua pemain bintang mampu menampilkan permainan terbaiknya. Bahkan, ada juga bintang yang under perform di gelaran Euro 2020.

Mari kita simak siapa saja mereka?

Kylian Mbappe

Transfermarkt melabeli Kylian Mbappe sebagai pemain sepak bola paling berharga dengan nilai pasar sebesar 160 juta Euro. Dengan penampilan Mbappe beberapa tahun terakhir yang impresif termasuk dalam membantu Perancis juara Piala Dunia 2018, maka nggak heran kalau publik menaruh harapan besar pada pemain PSG itu.

Tapi di luar ekspektasi, Mbappe malah tampil jauh di bawah standar pada Euro 2020. Statistik berupa sebuah assist dan tanpa mencetak satu gol pun tidak mencerminkan dirinya sebagai aset termahal dalam liga sepak bola. Hal ini diperparah dengan gagalnya dirinya mengeksekusi penalti ke gawang Yann Sommer yang membuat Perancis harus pulang lebih awal dari Euro 2020.

Bruno Fernandes

Bruno Fernandes seolah menghilang di atas lapangan saat membela Portugal di Euro 2020. Bermain dalam empat pertandingan, Bruno tidak berkontribusi apapun selain hanya empat kali melakukan tembakan ke gawang, tanpa menciptakan satupun gol maupun assist. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan pencapaiannya musim lalu bersama Manchester United yang mampu menciptakan 28 gol dan 18 assist. Ketidakmampuan Bruno dalam menerapkan taktik Fernando Santos pun disinyalir menjadi penyebab mandulnya pemain 26 tahun itu.

Caglar Soyuncu

Sebelum Euro 2020 diadakan, banyak pengamat dan pundit yang berpendapat kalau Turki adalah tim kuda hitam dan berpotensi menghancurkan tim tradisi juara. Nyatanya, Turki malah menjadi juru kunci grup A dengan selalu mengalami kekalahan dari tiga pertandingan yang dimainkan. Pertahanan yang buruk menjadi salah satu penyebab kegagalan Turki. Padahal di Euro 2020 kali ini pertahanan Turki dikomandoi oleh Caglar Soyuncu. Kesuksesan Soyuncu dalam membawa Leicester City ke papan atas EPL ternyata tidak mampu diulangi kembali saat tampil bersama Turki di ajang Euro 2020.

Eden Hazard

Seolah melanjutkan tren buruk, Eden Hazard tidak kunjung . . . Gabung . . . kembali ke performa terbaiknya. Menjalani 2 musim yang berat di Real Madrid dalam kondisi mengalami cedera kambuhan, Hazard berharap dirinya bisa ‘balas dendam’ saat memimpin Belgia di Euro 2020. Bersama barisan pemain yang menjadi generasi emas Belgia, langkah tim asuhan Roberto Martinez harus terhenti di perempat final setelah kalah dari Italia. Hanya berkontribusi dalam satu assist, Hazard seolah kalah pamor dengan adiknya yaitu Thorgan Hazard serta winger muda Jeremy Doku.

Marcus Rashford

Setelah menjalani musim yang berat dengan Manchester United musim lalu, Marcus Rashford datang di Euro 2020 dengan membawa cedera yang masih belum sembuh secara sempurna. Jangankan untuk menampilkan permainan terbaik, Rashford saja tidak mendapat tempat utama setelah pos penyerangan diisi oleh trio Sterling-Kane-Saka. Memainkan 5 pertandingan sebagai pemain pengganti, Rashford belum mampu memberikan sentuhan magisnya. Puncaknya, dirinya yang masuk di menit 119 saat final Euro melawan Italia pun gagal menuntaskan tugasnya untuk mencetak gol dalam babak adu penalti.

Burak Yilmaz

Satu lagi pemain yang tampil di Euro 2020 dengan eksptektasi besar terpatri dalam dirinya. Dia adalah Burak Yilmaz, juru gedor Turki yang digadang-gadang sebagai tim kuda hitam di pesta sepak bola empat tahunan ini. Datang sebagai pahlawan Lille dalam menjuarai Ligue 1, Yilmaz tidak bisa berbuat banyak dalam membantu Turki berjaya. Dari sembilan tembakan ke gawang lawan, tidak ada satupun yang berujung menjadi gol.

Sepak bola bukanlah matematika yang bisa dikalkulasikan secara logis. Kurang maksimalnya pemain bintang dalam bermain di Euro 2020 membuktikan kalau sepak bola adalah olahraga yang keras dan membutuhkan performa prima. Tapi, bukan tidak mungkin kalau keenam pemain di atas akan kembali berjaya di level klub masing-masing setelah berakhirnya Euro 2020 ini.

x

Check Also

Chiellini

Apa Benar Buyako Saka Dikutuk Chiellini Sehingga Gagal Pinalti

Giorgio Chiellini, Kapten Italia, bisa jadi ikut berperan dalam kegagalan bintang muda Inggris, Bukayo Saka ...