Home > Berita Liga Inggris > Thiago Alcantara Penggemar Sepak Bola Kuno Yang Benci VAR

Thiago Alcantara Penggemar Sepak Bola Kuno Yang Benci VAR

Inggris – Kehadiran teknologi VAR dalam dunia sepak bola dapat memudahkan dalam mengambil keputusan penting dalam pertandingan. Namun bagi bintang Liverpool, Thiago Alcantara , dirinya mengaku membenci sepak bola modern dan dari awal selalu menentang penggunaan teknologi VAR.

 Thiago Alcantara

Thiago yang kini memperkuat La Roja di pentas Euro 2020, mengakui bahwa dirinya adalah seseorang yang ‘kuno’ dalam sepak bola, dan membenci sepak bola modern, apalagi dengan adanya VAR.

“Pelatih bisa berkomunikasi dengan kami lebih baik, pemain bisa lebih berkomunikasi satu sama lain. Anda kehilangan daya saing tetapi mengembangkan aspek lain. Pergantian ekstra berarti tim yang bertahan, bertahan hingga menit ke-90; tim yang menekan Anda, menekan Anda sampai akhir,” ujar Thiago kepada The Guardian.

“Saya memiliki mentalitas ‘benci sepak bola modern’; sikap saya lebih klasik. Dan kemudian ada VAR, yang selalu saya lawan. Ini menghilangkan esensi, ketidakjujurannya,” tambah Thiago.

“Kami membuat kesalahan ketika kami bermain, wasit juga harus membuat kesalahan. Banyak momen mistis yang tidak akan ada [dengan VAR]. Dan ketika Anda mencetak gol, bahkan gol brilian dari garis tengah, Anda menunggu. Berpikir: ‘ Saya harap tidak ada pelanggaran dalam prosesnya, saya harap tidak ada offside, saya harap’.” tukasnya.

Menurut Thiago ada beberapa aspek yang mengalami perubahan cukup signifikan dalam . . . Gabung . . . permainan sepak bola modern. Yang paling terasa adalah soal ritme serta kontak fisik.

Baca juga  : Thiago Alcantara Pernah Merasakan Dilatih Dua Pelatih Terbaik Dunia

“Kecepatannya berbeda, ritme yang berbeda: lebih cepat, lebih banyak fisik. Sosok No. 10 hampir menghilang. Kita melihat lebih sedikit sihir, lebih sedikit fantasi. Pesepakbola melakukan lebih banyak tetapi lebih cepat. Tidak perlu menggiring bola karena Anda berlari,” tutur Thiago.

“Pemain lebih berkembang dalam segala hal. Anda kehilangan pemain yang berbeda, yang ‘bernafas’; playmaker yang lebih lambat bahkan jika dia memiliki teknik yang luhur tidak mendapatkan kesempatan untuk berbalik,” imbuhnya.

“Kami yang tidak begitu cepat dengan kaki kami harus lebih cepat di kepala kami. Ini seperti apa pun dalam hidup: adaptasi. Segalanya terus bergerak. Sepak bola berubah terus-menerus, diekspresikan secara berbeda.” tandasnya.(Ara-Satupedia.com)

x

Check Also

Romelu Lukaku Akan Dihadang Virgil van Dijk Saat Liverpool vs Chelsea Nanti

Liverpool – Pada akhir pekan ini dalam laga Premier League 2021/22 akan menyajikan pertandingan seru ...