Home > Berita Liga Indonesia > PSSI Masih Mematangkan Persiapan Liga 2 2021 Yang Tidak Memberatkan Klub

PSSI Masih Mematangkan Persiapan Liga 2 2021 Yang Tidak Memberatkan Klub

Jakarta – Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengaku pembahasan persiapan kompetisi Liga 2 2021 belum selesai karena berbagai alasan.

Salah satunya karena PSSI saat ini masih fokus dengan persiapan kompetisi Liga 1 2021/22 yang telah siap digelar pada 9 Juli 2021 hingga Maret 2022.

Selain itu, PSSI juga tengah memikirkan bagaimana membuat kompetisi Liga 2 2021 seminimalis mungkin.

Pertimbangan ini dilakukan karena kondisi finansial sebagian besar klub Liga 2 memang tengah mengalami kesulitan.

“Liga 2 ini kan prinsip PSSI dan LIB kan mengambil format yang minimalis finansial,” jelas Yunus Nusi kepada awak media.

“Hampir semua klub mengatakan bahwa PSSI harus memperhatikan finansial kami. Bahasanya klub demikian dan itu juga tertera di surat resminya. Maka kami mencari format kompetisi yang meminimalisir pengeluaran dari kawan-kawan klub,” lanjutnya.

Karena itu, PSSI dan PT LIB saat ini tengah membahas soal kemungkinan kompetisi Liga 2 2021 dibagi ke dalam empat grup.

Bila ini dilakukan maka setiap tim kemungkinan hanya akan bertanding sebanyak 10 kali, dan akan berakhir pada Desember 2021 mendatang.

Dengan pilihan ini, klub tidak perlu mengeluarkan gaji dan biaya operasional pada Januari hingga Februari 2022.

“Berpikirnya kami ke sana, walaupun kami juga mengindahkan kaidah-kaidah kompetisinya, bahwa memang layaknya kompetisi itu diarungi oleh tim-tim yang banyak mengarungi pertandingan,” ucap Yunus Nusi.

Kerenanya, PSSI juga berharap . . . Gabung . . . nantinya Liga 2 juga bisa digelar dengan banyak pertandingan karena Liga 2 pada dasarnya adalah tempat untuk para pemain menambah jam terbang.

“Kami berharap akan ada lebih dari 20 match untuk Liga 2. Tetapi dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti ini kan selama itu tidak menyalahi aturan kami tetap memprioritaskan kawan-kawan klub,” ujar Yunus Nusi.

Namun itu semua berpulang kepada masing-masing klub karena tidak semua klub memiliki kekuatan finansial yang baik.

“Terdapat beberapa klub yang memiliki finansial yang baik ya kami serahkan ke mereka. Mereka saling memahami, mengerti atau tidak ya nanti itu akan kami bahas di manager meeting dan dibahas sama-sama. Mereka mau mana,” ucap Yunus Nusi.

“Bagi PSSI dan LIB kami juga tidak ada masalah, mau menggunakan empat wilayah, tiga, ataupun dua wilayah. Yang terpenting ada kebersamaan diantara kawan-kawan. Jangan sampai saat memutuskan satu nantinya ada yang teriak masalah kemampuan keuangan,” tandasnya.

x

Check Also

Gibran Sindir Pemain AHHA PS Pati FC Jago Kungfu, Begini Respon Kocak Atta Halilintar

Jakarta – Chairman AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, memberikan respon kocak atas sindiran yang ...