Home > Berita Liga Indonesia > Bali United > Pelatih Bali United Bingung Dengan Tidak Jelasnya Venue Piala AFC

Pelatih Bali United Bingung Dengan Tidak Jelasnya Venue Piala AFC

Denpasar – Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco mengaku bingung dengan ketidakjelasan venue pertandingan di ajang Piala AFC 2021, khususnya di Grup G, H, dan I.

Hingga sejauh ini AFC seakan menggantung para peserta dengan ketidaktahuan mereka terkait lokasi pertandingan.

Misalkan saja, di Grup H dan I yang semula akan berlaga di Singapura, akhirnya batal karena tuan rumah mengundurkan diri sebagai tuan rumah.

Demikian pula di Grup G yang salah satu pesertanya adalah Bali United. Awalnya Vietnam yang dikabarkan menjadi tuan rumah, namun pada akhirnya tidak jadi.

Menurut Teco, ketidakjelasan tempat pertandingan membuat persiapan tim juga menjadi terganggu dan tidak efektif.

“Seharusnya lebih cepat (diketahui lokasi pertandingan) lebih bagus dan bisa membuat pemain fokus di pertandingan. Kami sampai sekarang hanya tahu lawan dan tanggal bermain saja. Soal lokasinya pertandingan, kami belum tahu,” kata Teco, Selasa (8/6/2021).

Teco juga menambahkan, penentuan venue pertandingan lebih awal akan memudahkan tim untuk merencanakan keberangkatan, karena di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini setiap negara memiliki kebijakan tersendiri terkait karantina.

“Kami harus tahu dimana bermain dan mulai merencanakan kapan berangkat ke lokasi pertandingan. Misalnya di negara lain, kami harus tahu bagaimana cuaca di sana dan tahu kapan waktu ideal untuk berangkat,” tambah . . . Gabung . . . pelatih asal Brasil tersebut.

Lebih jauh Teco menambahkan, mereka harus mempertimbangkan waktu keberangkatan dengan baik karena kebijakan karantina di sebuah negara bisa samoai 14 hari.

Begitu pula bila laga nantinya akan digelar di Solo seperti keinginan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah saat ini telah memberlakukan dikarantina selama 14 hari bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), yang sebelumnya hanya lima hari.

“Mau tidak mau kami harus berada di hotel selama 14 hari untuk karantina dan ini tidak bagus. Tapi kami mengerti dengan situasi seperti ini,” ucapnya.

Selain itu, fase grup yang hanya digelar tiga pertandingan untuk empat peserta grup membuat masing-masing tim harus mempersiapkan diri dengan baik.

“Tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kami hanya bermain tiga kali. Ketika bisa bermain enam kali, sebenarnya lebih bagus. Tapi kami harus mengerti situasi pandemi seperti sekarang,” tutupnya.

x

Check Also

Skuad Bali United Dilarang Keluar Hotel Selama Ajang Piala Wali Kota Solo 2021

Denpasar – Tim pelatih dan manajemen Bali United meminta agar seluruh pemain dan official yang ...