Home > Berita Euro > Kisah Apik Kieffer Moore, Penyelamat Wales Dari Kekalahan

Kisah Apik Kieffer Moore, Penyelamat Wales Dari Kekalahan

Saat ini apakah Kieffer Moore sedang terbang tinggi di alam mimpi? Tidak, dia benar-benar tidak berada dalam dimensi itu, sebab aksi heroik yang dilakukannya semalam benar-benar terjadi di lapangan.

Penyerang 28 tahun itu tampil sebagai pahlawan sekaligus penyelamat Wales, yang nyaris kalah menghadapi Swiss di pertandingan kedua Grup A Euro 2020 andai dia tidak mencipta gol balasan saat laga tersisa seperempat jam lagi.

Swiss sempat berada di atas angin saat Breel Embolo mencetak gol melalui tandukannya ketika babak kedua baru berjalan empat menit. Beruntung Wales, Moore mencuat di menit ke-75, juga dengan sundulan maut untuk membawa timnya menutup laga dengan raihan satu poin.

Publik Wales seketika langsung bergemuruh dengan penuh suka cita ketika timnya batal kalah berkat aksi cemerlang penyerang kelahiran Torquay itu.

Tidak ada yang menyangka, di balik gol bersejarahnya itu, kisah perjalanan Moore untuk bisa berada di tahapan sekarang sungguh epik. Tantangan yang sangat besar mesti dilalui sang striker, namun dia tak pernah memadamkan mimpi besarnya.

Sembilan tahun lalu, di usia 19 tahun, Moore melakoni debut profesionalnya bersama Truro City dan Dorchester Town di liga antah berantah atau diistilahkan non-league. Setahun membangun karier, dia kemudian berpindah-pindah klub yang dalam piramida sepakbola Inggris menempati kasta bawah.

Bukanlah hal yang mudah bagi Moore mencari nafkah di kompetisi yang terbilang tidak kompetitif, sehingga di sela-sela aktivitasnya sebagai pesepakbola, dia pun melakoni beberapa pekerjaan sambilan sebagai penjaga pantai dan instruktur kebugaran.

Alasan utama dia menjalani itu tak lain dan tak bukan semua demi menyambung hidup.

Kieffer Moore Wales Euro 2020

Kehidupan Moore perlahan-lahan mulai terangkat lima tahun lalu, ketika dia bergabung dengan Forest Green Rovers, meski dalam strata sistem sepakbola Inggris klub ini berada di wilayah non-league.

Sempat dipinjamkan ke Torquay United, justru dia tampil impresif dengan mengemas empat gol dalam lima pertandingan, membuat Ipswich Town polesan Mick McCarthy lantas mengontraknya dua tahun.

“Dia selalu lebih baik dari levelnya. Tapi adil baginya, karena dia . . . Gabung . . . telah bekerja keras untuk mencapai levelnya saat ini. Di Forest Green, dia benar-benar tak terdukung,” ujar Sinclair, mantan gelandang Forest Green kepada NLP.

“Dia beranjak ke Torquay dan dia benar-benar menggebrak di situ. Sejak saat itu, dia terus meningkat dan meningkat. Itu kepercayaan diri, bukan?” jelasnya.

Beberapa kali Moore beralih dari satu klub ke klub lainnya mulai dari Rotherham United, Barnsley, Wigan Athletic, hingga di usia 28 tahu dia reuni dengan McCarthy untuk berkancah di kasta kedua sepakbola Inggris, Championship, bersama Cardiff City.

Periode kedua Moore bekerja sama dengan McCarthy bisa dibilang yang terbaik bagi sang striker. Dengan torehan 20 gol dari 42 pertandingan Championship yang dilakoninya musim 2020/21, itu adalah pencapaian tertinggi sepanjang karier sepakbolanya, prestasi yang juga mengantarnya berada di skuad Wales untuk Euro 2020.

Bayangkan, ketika Wales secara fenomenal menembus semi-final Euro 2016 lalu, Moore masih tercatat sebagai pesepakbola non-league. Namun kini, dia jadi bagian integral Wales dalam perjuangan melangkah jauh di Euro edisi sekarang.

Setelah berhasil menjebol gawang Swiss, Moore mengatakan kepada BBC: “Ini luar biasa untuk pribadi saya. Saya kira ini adalah awal yang bagus bagi kami. Kami selalu ingin menang.”

“Tentu, tertinggal lebih dulu bukanlah satu hal yang baik, tapi bagi kami bisa membalas dan mengendalikan laga adalah sebuah hal positif yang besar bagi kami,” ulasnya.

“Tentu, ini adalah kesempatan besar dan saya menyukai setiap detiknya,” tandas Moore, yang “baru” membukukan 18 caps bagi Wales dengan koleksi enam gol.

Moore akan selalu mengenang aksi heroiknya ke gawang Swiss semalam sebagai gol monumental dalam kariernya, mengingat itu adalah penampilan perdana dia bersama timnas di turnamen mayor pada usia 28 tahun setelah baru mendapat kesempatan debut membela negaranya di umur 26 tahun.

x

Check Also

Terkuak Team Talk Roberto Mancini Yang Menjadikan Italia Juara Euro 2020

Beredar video talk team yang dilakukan Roberto Mancini jelang pertandingan final Euro 2020. Mancini tidak ...