Home > Berita Liga Inggris > Alasan Dibalik Buruknya Perfoma Lukaku Saat Masih Bersama Dengan MU

Alasan Dibalik Buruknya Perfoma Lukaku Saat Masih Bersama Dengan MU

Inggris – Romelu Lukaku bersama Inter Milan berhasil memukau banyak penikmat sepak bola melalui penampilannya yang memukau.Namun hal tersebt tidak dapat ditunjukannya pada saat masih membela Manchester United.

Romelu Lukaku

Sebelumnya Lukaku sempat memperkuat Manchester United selama dua musim. Dirinya berhasil mencatatkan 42 gol dari 96 penampilan yang ia cetak di semua kompetisi tidak bisa dikatakan buruk.

Namun Lukaku banjir kritikan terutama pada musim terakhirnya di Old Trafford karena sang penyerang hanya mampu menghasilkan 15 gol dari 45 pertandingan.

Namun ketika sudah bergabung dengan Inter Milan, kritikan tersebut menghilang. Malah sebaliknya. ia terus diguyur pujian karena mampu menghasilkan 64 gol dari 95 penampilan. Pada musim 2020/21, ia mengantarkan Inter meraih Scudetto.

Publik berandai-andai bila Lukaku mampu tampil seapik itu saat masih bersama dengan Manchester United.Saat ini MU tengah bingung mencari penyerang sentral untuk jadi tumpuan dalam mencetak gol.

Jose Mourinho, memberikan penjelasan tentang hal tersebut

“Lukaku adalah sosok yang meskipun bisa mencetak gol di Inggris, orang-orang akan berkata kalau dia bukan striker yang tepat buat manchester United. Jika dia tidak mencetak gol, apa yang dia lakukan buat tim tidak cukup,” katanya ke talkSPORT.

“Yang lainnya, . . . Gabung . . . mereka bilang kalau dia tidak memiliki kualitas untuk menukikkan bola. Dia bukan [Eric] Cantona, dia bukan [Dimitar] Berbatov. Dia adalah Lukaku, dan di Italia, mereka menggunakannya dengan cara seperti itu,” lanjutnya.

Mourinho merasa iklim sepak bola di Italia lebih adil, sebab publik akan menyanjung pemain yang memang tampil apik dalam satu pertandingan berbeda dengan Inggris yang selalu mengkritik para pemainnya.

“Dia mencetak banyak gol, memiliki koneksi yang sangat baik dengan pendukung. Di Italia mereka sangat bersemangat, jauh lebih baik ketimbang di Inggris,” ujar Mourinho.

“Ketika mereka menciptakan seorang idola, rasanya bakalan lebih besar ketimbang di Inggris. di Italia, anda merasakan kebencian kepada anda setiap menit dan merasakan bahwa mereka mencintai andai setiap menitnya,” pungkasnya. (Ara-satupedia.com)

x

Check Also

Anthony Elanga

Pemain Ini Membuat Soksjaer Kagum Dengan Penampilannya Saat MU Kontra QPR

Manchester – Anthony Elanga penyerang muda Manchester United,mendapatkan pujian dari sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer ...