Home > Berita Liga Indonesia > Arema FC > Akan Diakuisisi Presiden Arema FC, Muncul Poster ‘Arema Indonesia Not For Sale’

Akan Diakuisisi Presiden Arema FC, Muncul Poster ‘Arema Indonesia Not For Sale’

Malang – Setelah Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, menyampaikan keinginannya untuk mengakuisisi Arema Indonesia dalam upaya menyelesaikan dualisme Arema, kini ramai di media sosial poster bertuliskan ‘Arema Indonesia not for sale’.

Istri Lucky A. Zaenal, pendiri Arema, Novi Zaenal, juga memasang poster tersebut di akun Instagram story-nya.

Beberapa pendukung Arema juga memberikan dukungan dan menilai bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang.

Mereka lebih terhormat mempertahankan Arema Indonesia sebagai jalan mempertahankan sejarah klub.

Terkait respon yang diberikan pihak Arema Indonesia, Gilang Widya Pramana mengaku tetap yakin, dan akan melakukan pendekatan dengan cara kekeluargaan terlebih dahulu.

“Duduk bareng, satukan visi misi semua demi satu Arema. Mohon suport dan doanya dari semua pihak,” ucap Gilang.

Usaha untuk menyudahi dualisme Arema ini sebenarnya sudah dimulai sejak Arema FC masih didanai oleh Bakrie Grup pada era tahun 2013-2016 lalu. Namun saat itu manajemen tidak melakukan secara terang-terangan ke publik.

Di saat ini, Gilang justru mengumumkannya secara terbuka. Sejak awal Gilang mengaku akan melakukannya secara terbuka.

“Saya ingin terus memberikan update dan terbuka dalam menyelesaikan dualisme,” jelasnya.

Baca juga : Bereskan Dualisme, Presiden Arema FC Akan Akuisisi Arema Indonesia

Untuk mewujudkan niatnya itu, Gilang siap duduk bersama dengan pengelola klub tersebut. Seperti diketahui, Arema . . . Gabung . . . Indonesia saat ini masih dikelola oleh ahli waris pendiri Arema, Lucky Adrianda Zaenal. Di sana masih ada istri dan anaknya yang jadi kunci eksistensi di Liga 3.

“Harapan ke depan, kami ingin duduk dan selesaikan bareng dengan Arema Indonesia,” ucap Gilang.

Gilang juga mengungkapkan, nantinya Arema Indonesia akan dijadikan tim satelit, sebagai tempat pembinaan para pemain muda Arema, untuk kemudian dipromosikan ke tim senior.

“Kalau sudah dibeli, saya ingin nantinya Arema yang di Liga 3 sebagai tim satelit. Disana pemain binaan Arema junior akan dimainkan sekaligus menimba ilmu,” ungkap Gilang.

Artinya, nantinya tetap ada dua Arema tapi dalam satu kepemilikan dan pengelolaan.

Arema FC tetap eksis di kasta tertinggi, sedangkan Arema Indonesia jadi tempat memberikan kesempatan tampil bagi binaan tim Akademi.

“Kami ingin dualisme ini cepat selesai. Sehingga Arema kembali dapat dukungan penuh dari Aremania,” tandas Gilang.

x

Check Also

Jelang Lawan PSM Makassar, Pelatih Arema FC : Mereka Lawan Yang Sulit

Malang – Arema FC akan menghadapi PSM Makassar pada pekan pertama BRI Liga 1 2021/22, ...