Home > Berita Euro > 3 Alasan Ini Menjadikan Belgia Sebagai Kandidat Juara Euro 2020

3 Alasan Ini Menjadikan Belgia Sebagai Kandidat Juara Euro 2020

Euro 2016 yang lalu memang harus berakhir pahit bagi generasi emas Belgia yang kala itu masih terhitung belia. Namun kini skuad  Rode Duivels  telah semakin matang sejak dipoles oleh Roberto Martinez.

Belgia memulai langkah turnamen besar mereka dengan menang meyakinkan atas Rusia 3-0, Minggu (13/6) dini hari WIB. Kemenangan itu membawa mereka memuncaki Grup A setelah Finlandia menang 1-0 atas Denmark dalam laga yang sempat ditunda karena Christian Eriksen kolaps.

Generasi timnas Belgia saat ini yang digadang-gadang sebagai penyelamat sepakbola Belgia ini telah melalui berbagai jatuh bangun demi mengharumkan nama negaranya.

Berikut 3 alasan kenapa Belgia bisa menjadi kandidat kuat juara Euro 2020 kali ini, mari kita simak.

Nyaris Tak Terbendung: Kalah Empat Kali Dalam Lima Tahun

Martinez boleh bangga. Pasalnya selama nyaris lima tahun ia menukangi Belgia sejak Agustus 2016, Eden Hazard cs baru kalah empat kali. Hasil impresif ini berhasil membawa mereka memuncaki peringkat negara FIFA, bahkan di atas Juara Dunia 2018 Prancis.

Empat kekalahan tersebut adalah 0-2 dalam uji coba kontra Spanyol 2016 lalu, 1-0 di semi-final Piala Dunia 2018 melawan Les Bleus, 5-2 kontra Swiss di Grup 2  Nations League 2018, terakhir 2-1 lagi-lagi di Grup 2  Nations League  kontra Inggris Oktober tahun lalu.

Belgia juga mencatatkan 11 kemenangan dalam 15 laga terakhir. Ditambah, mereka menjalani kualifikasi Euro dengan catatan mahadahsyat: menyapu bersih kesepuluh laga dengan mencetak 40 dan Thibaut Courtois cs hanya kemasukan tiga gol!

Catatan ini menjadi modal penting Belgia menyambut Euro 2020 setelah harus dipermalukan Wales 3-1 di perempat-final edisi sebelumnya.

Generasi Emas Bermental Juara

Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi emas Belgia memang belum mempersembahkan apa pun bagi negaranya. Paling jauh, mereka terbaik ketiga di Piala Dunia 2018 dan semi-finalis Nations League  yang baru akan dimainkan Oktober besok.

Namun di level klub, skuad Belgia bertabur dengan juara-juara domestik hingga Eropa. Tengok Kevin De Bruyne yang baru saja meraih Liga Primer ketiganya bersama Manchester City, ia juga menjadi  runner-up  Liga Champions 2020/2021.

Romelu Lukaku ditasbihkan sebagai juara Serie A musim ini bersama Inter, Yannick Carrasco pun meraih pencapaian serupa di La Liga bersama Atletico Madrid. Trio Leicester City Timothy Castagne, Youri Tielemans, dan Dennis Praet adalah kampiun baru Piala FA, . . . Gabung . . . sementara Thorgan Hazard, Axel Witsel, dan Thomas Meunier membantu Borussia Dortmund memenangkan DFB-Pokal.

Prestasi di atas belum menghitung trofi-trofi yang dimenangkan skuad Belgia di level klub di musim-musim sebelumnya. Yang jelas, skuad asuhan Martinez bukan pemain sembarangan yang belum pernah meraih apa pun dalam karier mereka.

Harapannya, mental juara yang mereka tanamkan di klub masing-masing bisa menjadi pendorong bagi generasi emas ini untuk mempersembahkan trofi besar pertama Belgia di kancah internasional.

Kebangkitan Kembali Romelu Lukaku

Meski pilar kreativitas  Rode Duivels  tengah goyah karena De Bruyne masih cedera dan magis Hazard tampak redup di Real Madrid, Belgia kini punya andalan baru dalam diri Lukaku.

Melanglang buana di Liga Primer sebagai pinjaman Chelsea, Lukaku subur bersama West Brom dan Everton dengan 87 gol dalam 166 penampilan di semua kompetisi, Merseyside Biru bahkan mempermanenkannya karena Jose Mourinho, manajer The Blues kala itu, tidak berencana menggunakannya.

Musim 2017/2018, ia santer dikabarkan akan kembali ke Stamford Bridge atas permintaan Antonio Conte namun Manchester United yang saat itu diasuh Mourinho juga meminatinya. Pada akhirnya, Old Trafford menjadi destinasi pilihannya.

Sayang, bermain di bawah manajer yang pernah mengasingkannya terbukti bukan merupakan langkah karier yang terbaik. Meski catatan golnya tak buruk-buruk amat dengan 42 gol di 96 laga di semua kompetisi, ia tidak jarang menjadi kambing hitam jika United bermain tumpul.

Conte lalu hadir lagi di kehidupan Lukaku di musim 2019/2020, ia bak juru selamat yang membantunya bangkit dari jurang di Manchester. Bos anyar Inter itu lagi-lagi meminta jasa Lukaku kepada pemilik klub dan kali ini permintaan dikabulkan. Musim debutnya bersama Nerazzurri gemilang setelah mencetak 34 gol dalam 51 laga dan membawa Inter ke final Liga Europa.

Teraktual, ia berhasil membantu Inter mengentaskan dinasti Juventus di Serie A. Ia juga finis sebagai top skorer (30) dan pemberi assist terbanyak (10) mereka musim itu di semua kompetisi. Ia juga mencetak dwigol melawan Rusia semalam.

x

Check Also

Terkuak Team Talk Roberto Mancini Yang Menjadikan Italia Juara Euro 2020

Beredar video talk team yang dilakukan Roberto Mancini jelang pertandingan final Euro 2020. Mancini tidak ...