Home > Berita Liga Inggris > Unek-Unek Sam Allardyce Tentang Liga Primer Inggris

Unek-Unek Sam Allardyce Tentang Liga Primer Inggris

Inggris – Manajer West Bromwich Albion, Sam Allardyce mengeluarkan unek-uneknya seputar liga Primer. Menurutnya besarnya tuntutan untuk memainkan sepakbola indah membuat Liga Primer kehilangan identitas dan korbannya para pelatih muda.

Sam Allardyce

Baginya Liga Primer Inggris bisa terancam menjadi kompetisi yang membosankan karena tanpa disadari tim-tim disuruh untuk menggunakan gaya bermain yang sama.

Selama satu dekade terakhir Liga Primer telah membuka pendekatan taktik yang berbeda, dengan masuknya berbagai pelatih yang datang dari negara-negara lain di Eropa.

Kekawatiran Allardyce adalah para pelatih akan dicegah untuk menerapkan filosofi masing-masing. Bila hal tersebut terjadimaka liga akan membosankan

“Apa gunanya bermain dari belakang melawan Manchester City dan Liverpool, tim dengan tekanan tinggi yang terbaik di negara ini,” kata Allardyce kepada Sky Sports.

“Jika mereka turun, Anda bermain dari belakang. Di mana ruangnya? Manfaatkan ruangnya. Saya mencoba membuat para pemain memikirkan hal itu. Ini adalah permainan sederhana yang terlalu diperumit oleh banyak orang.”

“Apakah Liga Primer semakin tangguh secara taktik? Tidak. Perubahan besar adalah bahwa setiap orang akhirnya ingin bermain dengan cara yang sama. Semua orang telah dicuci otak untuk mengatakan, ‘Anda harus bermain dengan cara ini, Anda harus…”

“Sebagai manajer pada usia 66 tahun, saya sangat senang saya tidak berusia 30-an, dengan orang-orang memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan dan bagaimana saya harus bermain. Itu merugikan dunia sepakbola. Yang ada . . . Gabung . . . hanya akan membosankan. Liga terbaik di dunia harus memiliki sistem yang berbeda, cara bermain yang berbeda.”

“Untuk mendesak setiap manajer muda dengan cara yang sama akan menghalangi perkembangan mereka dalam dunia kepelatihan menurut saya; mereka akhirnya akan mencoba melakukan sesuatu karena tekanan dan mereka pada akhirnya akan kehilangan pekerjaan mereka padahal bisa saja menjadi pelatih yang sangat bagus apabila tidak menuruti tekanan.”

“Kita harus membiarkan para pelatih muda untuk mengekspresikan diri mereka dengan tim masing-masing dan kemampuan mereka. Jika mereka punya kemampuan untuk bermain dari belakang sepanjang waktu, bagus. Jika tidak, mereka akan terus melepaskan bola dan lawan akan terus mencetak gol. Anda kadang-kadang harus mencari cara lain dan jika tidak, Anda akan kehilangan pekerjaan.”

Allardyce belum lama mengambil alih The Baggies, dia baru bergabung pada Desember lalu. Dirinya gagal mengeluarkan West Brom dari jurang degradasi. Saat ini West Brom terpuruk di posisi kedua dari bawah klasemen Liga Primer. (Ara-Satupedia.com)

x

Check Also

Thomas Tuchel : Tenang Saja Kurt Zouma Tidak Akan Diseleksi

London – Rangkaian laga pramusim Chelsea kali ini dimanfaatkan oleh sang manajer , Thomas Tuchel, ...