Home > Berita Liga Indonesia > Soal Wacana Penghapusan Degradasi, Exco PSSI Siap Dibully Netizen

Soal Wacana Penghapusan Degradasi, Exco PSSI Siap Dibully Netizen

Jakarta – Wacana penghapusan degradasi pada kompetisi Liga 1 2021 mulai menimbulkan pro dan kontra. Tidak hanya pada pelaku sepak bola, tapi sudah meluas di masyarakat.

Menurut keterangan salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, wacana tersebut pertama kali muncul setelah diangkat dalam rapat Exco PSSI pada Senin (3/5/2021) lalu.

Selain itu, keputusan dalam rapat Exco PSSI tersebut belum disampaikan kepada klub, dan baru akan dilakukan pada saat manajer meeting Liga 1 nanti.

“Belum. Nanti saat manajer meeting Liga 1 akan disampaikan. Keputusannya belum resmi, tapi hasil dari perbincangan kami saat rapat Exco PSSI, ada masukan soal ini karena banyak sekali surat masuk ke Kesekjenan PSSI,” ungkap Hasani Abdulgani, Kamis (6/5/2021).

“Kesekjenan PSSI melempar permintaan itu ke dalam sidang, sampai akhirnya di situ ada perdebatan. Lalu Ketua PSSI menanyakan ke anggota Exco PSSI satu per satu, bagaimana pendapat mereka,” jelas Hasani.

“Setiap anggota Exco punya jawaban masing-masing. Saya pribadi mengatakan, tolong keputusan ini dijaga agar tidak melanggar secara Statuta PSSI. Kenapa saya bilang begitu, sebab ada bunyi Pasal 23 di Statuta PSSI,” sambung Hasani.

Baca juga : Liga 1 2021 Kemungkinan Besar Tanpa Degradasi

Meski demikian, Hasan meyakini penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini tidak melanggar Statuta PSSI. Pada musim depan, Liga 1 akan berjumlah 20 klub karena tetap memberlakukan sistem promosi dari Liga 2, namun jumlahnya dipangkas menjadi dua tim.

Semetara pada Pasal 23 . . . Gabung . . . Statuta PSSI tertulis bahwa jumlah voters PSSI dari Liga 1 sebanyak 18 tim.

“Di pasal itu, disebutkan mengenai jumlah delegasi di kongres PSSI. Liga 1 ada 18 klub dan Liga 2 ada 16 klub. Kalau nanti tidak ada degradasi, lalu dua klub promosi dari Liga 2, jumlah peserta Liga 1 menjadi 20 tim,” beber Hasani.

“Lalu dikatakan oleh Plt Sekjen PSSI, Statuta PSSI tidak mengalami perubahan dengan hal ini. Jadi nanti yang menjadi pemilik suara tetap 18 klub dari Liga 1. Sebab ini bukan keputusan permanen, melainkan hanya sementara karena kondisi,” ujar Hasani.

Terkait dampak dari keputusan ini, Hasani juga menyadarinya karena pasti banyak pihak yang tidak setuju dengan penghapusan degradasi pada Liga 1 2021.

“Jadi kalau kami lihat di masyarakat luas, di penggemar sepak bola, persepsinya macam-macam,” ucap Hasani.

“Kami di Exco, waktu rapat saya mengatakan, ya sudahlah, kami pasti di-bully ini. Tak apa-apa saya bilang, itu sudah resiko kita. Tujuan kami itu menyelamatkan sepak bola untuk jangka panjang,” sambungnya.

x

Check Also

Simak Jadwal Lengkap BRI Liga 1 2021/22 Pekan Kedua

Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi di Indonesia kembali merilis jadwal ...