Home > Berita Liga Inggris > Tottenham Hotspur > Mumpung Harganya Masih Selangit, Kane Berharap CEO Tottenham Untuk Segera Menjualnya

Mumpung Harganya Masih Selangit, Kane Berharap CEO Tottenham Untuk Segera Menjualnya

Inggris – Harry Kane akhirnya mengonfirmasi bahwa dirinya siap meninggalkan Tottenham di musim panas nanti. Hal tersebut menjawab berbagai spekulasi tentang masa depannya bersama dengan Tottenham. Dirinya berharap Daniel Levy, sebagai CEO Tottenham tidak menghalangi kepergiannya di musim panas nanti.

Harry Kane

Dikabarkan Daniel Levy tidak mau melepaskan Kane, dan melakukan segala cara agar Kane tetap mau bertahan di London Utara pada musim depan.

Kane merasa dirinya harus bertemu dan berbicara dengan Levy untuk membahwa situasi ini.

“Saya rasa kami harus mengadakan pembicaraan,” buka Kane kepada The Overlap.

Kane berharap bisa membahas masa depannya bersama Levy secara baik-baik.

“Ini adalah momen di mana saya harus merefleksikan karir saya dan saya harus membicarakan ini dengan Daniel Levy,”

“Saya harap kami memiliki hubungan yang bagus. Setelah 16 tahun bersama, saya berharap kami bisa berbicara jujur satu sama lain,”

Baca juga :  Tepuk Tangan Perpisahan Harry Kane Untuk . . . Gabung . . . Suporter Tottenham ?

Menurut Kane saat ini Levi harus memanfaatkan situasi yang ada, dengan mahar trasnferya yang masih tinggi seharusnya Levi bisa segera menjualnya pada musin ini.

“Saya tidak tahu kondisinya seperti ini. Saya rasa dia [Levy] mungkin ingin menjual saya,”

“Dia mungkin berpikir bahwa jika ia bisa mendapatkan 100 juta pounds dari penjualan saya, kenapa itu tidak dilakukan? Karena saya rasa nilai saya mungkin tidak sebegitu mahal di dua atau tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Dikabarkan Levy akan memagari Kane dengan mahar transfer super mahal yaitu di angka 150 juta pounds. (Ara-Satupedia.com)

x

Check Also

harry kane

Kontrak Masih Sisa Lama, Kane Tetap Minta Pindah Dari Tottenham

Inggris – Harry Kane dikabarkan sudah memberi tahu klubnya, Tottenham Hotspur mengenai keinginanya untuk meninggalkan ...