Home > Berita Liga Indonesia > Liga 1 2021 Kemungkinan Besar Tanpa Degradasi

Liga 1 2021 Kemungkinan Besar Tanpa Degradasi

Jakarta – Wacana soal tidak adanya degradasi pada kompetisi Liga 1 2021 semakin santer terdengar. Bahkan kabar tersebut telah menciptakan dua kubu di antara klub-klub Liga 1.

Sebagian klub mendukung format tanpa degradasi, namun tidak sedikit juga yang tidak setuju bila degradasi dihapuskan pada kompetisi Liga 1 2021.

Santernya soal kemungkinan kompetisi Liga 1 2021 tanpa degradasi diawali dari rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Senin (3/5/2021) lalu yang membahas soal jadwal kongres tahunan PSSI dan juga terkait Liga 1, Liga 2, serta Liga 3 2021.

Dalam rapat yang dihadiri oleh 13 dari 15 anggota Exco PSSI ini menetapkan bahwa Liga 1 akan digelar pada 3 Juli mendatang dan Liga 2 dimulai pada 17 Juli 2021.

Meski demikian keputusan tersebut belum final karena masih akan menunggu izin dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Selain itu, dibahas pula soal kemungkinan Liga 1 dan Liga 2 yang digelar tanpa degradasi.

Menurut keterangan anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi, pihaknya telah menerima surat dari 13 klub Liga 1 dan 16 klub Liga 2 yang meminta agar kompetisi 2021 digelar tanpa adanya degradasi karena masih dalam masa pandemi.

“Iya rencananya begitu, sama dengan regulasi 2020 kemarin tanpa ada degradasi terlebih dahulu, tetapi akan tetap ada promosi,” jelas Yoyok Sukawi, Kamis (6/5/2021).

Menurut Yoyok Sukawi terkait hal ini masih dalam batas wacana karena keputusan pastinya akan dibahas di kongres.

Lebih jauh Yoyok menjelaskan, rencana tanpa degradasi telah muncul sejak Oktober 2020 dan itu akan diterapkan pada musim lalu.

Namun karena Liga 1 dan Liga 2 2020 akhirnya ditiadakan, maka ide tersebut rencananya diterapkan pada musim 2021 ini.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai CEO PSIS Semarang ini, meski direncanakan tanpa degradasi, tapi masih akan ada promosi. Hal tersebut sama seperti yang dilakukan di kompetisi kasta tertinggi Jepang, atau J1 League.

“Nah untuk skemanya . . . Gabung . . . masih dirancang, dan terkait itu nanti pembahasannya akan disampaikan di kongres,” ujar Yoyok.

“Jadi tetap ada promosi dari Liga 2 ke Liga 1, begitu juga dari Liga 3 juga akan ada promosi, tetapi degradasinya ditiadakan dulu selama satu tahun. Jadi konsepnya sama seperti Liga Jepang persis. Jepang saja sama kok masa kita tidak boleh,” ungkap Yoyok.

“Kasihan klubnya kalau disuruh mati-matian tetapi tidak ada sumber dana dan yang ada klubnya malah bangkrut nantinya,” lanjut Yoyok Sukawi.

Selain itu, regulasi tanpa degradasi telah tertuang di dalam statuta pasal 27 sebelumnya telah direvisi kepada statuta PSSI pasal 23 yang mana itu tidak diubah karena kalau diubah harus melalui kongres PSSI.

Karena itu, keputusan pastinya tetap akan diputuskan dalam kongres PSSI 2021 mendatang.

“Pembahasan, pengesahan keputusan itu semua tetap di kongres. Karena waktu rapat Exco itu ada 13 klub Liga 1 dan 16 Liga 2 memohon itu, makanya kami naikkan itu ke kongres. Jadi belum keputusan resmi, tapi sedikit-sedikit rame. Tapi ini mayoritas yang minta rata-rata tanpa degradasi lho,” ujar Yoyok Sukawi.

Bila regulasi tanpa degradasi ini diberlakukan, maka Liga 1 2022 akan ada 20 klub dengan tambahan 2 klub promosi dari Liga 2 2021.

“Alasannya memang karena masih dalam situasi pandemi, jadi sama persis seperti tahun 2020. Regulasi 2020 itu masih kami laksanakan di 2021,” tutur Yoyok.

“Tetapi itu tidak permanen hanya selama satu tahun dan khusus buat kompetisi musim 2021 saja,” tandasnya.

x

Check Also

Simak Jadwal Lengkap BRI Liga 1 2021/22 Pekan Kedua

Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi di Indonesia kembali merilis jadwal ...