Home > Berita Euro > Legenda Euro: Xavi Sang The Puppet Master Kemenangan Spanyol Tahun 2008

Legenda Euro: Xavi Sang The Puppet Master Kemenangan Spanyol Tahun 2008

Timnas Spanyol sukses menjadi juara Euro 2008, semua itu tak lepas dari satu sosok vital di lini tengah yakni Xavi Hernandez.

Xavi pertama kali memulai karirnya di level internasional bersama Spanyol pada tahun 2000. Ia kemudian ikut berpartisipasi membela La Furia Roja di Piala Dunia 2002, Euro 2004, dan Piala Dunia 2006.

Pada dua turnamen internasional pertama ia hanya menjadi squad player. Namun sejak turnamen ketiganya ia mulai dipercaya menjadi tulang punggung Spanyol.

Pentas Euro 2008 menjadi turnamen besar keempatnya di kancah internasional. Kelima jika keikutsertaannya di Olimpiade 2000 ikut dihitung.

Xavi bertransformasi menjadi pilar penting Spanyol berkat visi permainannya yang luar biasa, kecerdasan, kontrol bola, pergerakan tanpa bola dan kemampuannya memberikan umpan, baik pendek maupun panjang. Hal itu menjadi modal komplit untuk bisa mengontrol permainan. Dari sinilah ia kemudian mendapat julukan The Puppet Master alias sang Pengendali Boneka.

Perjalanan Spanyol di Euro 2008

Pagelaran Euro edisi tahun 2008 ini digelar di dua negara, Austria dan Swiss. Di fase grup, Spanyol masuk di Grup D. Ketika itu Timnas Spanyol yang dilatih oleh Luis Aragones bergabung bersama Rusia, Swedia, dan Yunani.

Spanyol terlalu perkasa bagi lawan-lawannya. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan yang dilaluinya dan mengoleksi sembilan poin. La Furia Roja mencetak delapan gol dan cuma kebobolan tiga kali saja.

Di babak perempat final, Spanyol berjumpa dengan lawan berat, Italia. Namun mereka keluar sebagai pemenang berkat adu penalti.

Pada babak semifinal, Spanyol bertemu dengan lawan yang di atas kertas di bawah mereka yakni Rusia. Mereka mendominasi laga dan menang mudah dengan skor telak 3-0. Xavi untuk pertama kalinya ikut mencatatkan namanya di papan skor.

“Itu [kemenangan yang] sangat pantas. Jika mereka terus menyentuh bola, lawan akan kelelahan dan mereka tahu mereka akan mencetak gol,” ucap pelatih Rusia kala itu, Guus Hiddink, terkait monopoli bola yang dilakukan oleh Xavi dkk di laga tersebut.

Kematian Dengan Ribuan Umpan

Di babak final, Spanyol berjumpa tim kuat, Jerman. Tim Panser memang hebat namun mereka kalah kelas dari La Furia Roja di laga ini.

Spanyol nyaris mencetak dua gol jika saja tak terhalang tiang gawang. Jerman ketika itu harus berterima kasih pada Jens Lehmann yang beberapa kali dipaksa berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Sang pengendali permainan Spanyol, Xavi, memastikan ia tetap bisa mengontrol jalannya laga dengan umpan-umpan pendeknya yang . . . Gabung . . . cepat. Jerman memang lebih unggul dalam penguasaan bola, sekitar 52 persen berbanding 48 persen.

Namun pertandingan akhirnya dimenangi oleh Spanyol dengan skor 1-0 saja. Gol La Furia Roja dicetak oleh Fernando Torres. Media-media Jerman pun menyebut kekalahan ini sebagai ‘kematian dengan ribuan umpan’.

Xavi Pemain Terbaik Euro 2008

Gol Fernando Torres di laga final itu dibantu oleh assist siapa lagi jika bukan Xavi. Ia yang memberikan umpan terobosan pada striker Liverpool tersebut hingga bisa menembus barikade pertahanan lawan dan kemudian menaklukkan Jens Lehmann.

Kemenangan ini pun menjadi sangat bersejarah bagi Timnas Spanyol. Ini pertama kalinya mereka meraih gelar juara di level internasional sejak tahun 1964 silam.

Setelah turnamen ini berakhir, Xavi dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dengan kemampuannya menguasai bola, membaca permainan, dan mengumpan, ia dianggap sebagai pengendali permainan tim Spanyol.

“Kami memilihnya karena kami pikir ia melambangkan gaya permainan Spanyol. Ia sangat berpengaruh dalam seluruh penguasaan bola, passing, jenis permainan menusuk yang dimainkan Spanyol,” terang technical director UEFA, Andy Roxburgh.

Puncak Kejayaan dan Senja Karir Xavi

Setelah melalui Euro 2008, Xavi terus menjadi pilar penting lini tengah Spanyol. Ia kemudian juga sukses mengantarkan La Furia Roja meraih gelar juara Piala Dunia 2010.

Namanya pun terpilih masuk dalam Best XI turnamen tersebut. Dua tahun kemudian, di pentas Euro 2012, Xavi membawa Spanyol sukses mempertahankan gelar juaranya.

Pada babak final, ia membawa Spanyol menang telak 4-0 atas Italia. Ia ikut memberikan assist di laga tersebut. Xavi pun menjadi pemain pertama yang sanggup memberikan assist di dua laga final Euro.

Xavi juga ikut serta dalam turnamen Piala Dunia 2014. Namun Spanyol kala itu tersingkir di fase grup.
Setelah itu, Xavi pun pamit dari timnas Spanyol. Pada tahun 2015, ia juga pamit dari Barcelona untuk kemudian pindah ke klub Al Sadd dan bermain di klub Qatar itu sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2019. Pasca gantung sepatu ia terjun sebagai pelatih sampai saat ini

x

Check Also

Terkuak Team Talk Roberto Mancini Yang Menjadikan Italia Juara Euro 2020

Beredar video talk team yang dilakukan Roberto Mancini jelang pertandingan final Euro 2020. Mancini tidak ...