Home > Berita Liga Champions > Kembali Diingatkan Presiden LaLiga Bahwa ESL Belum Musnah Seluruhnya

Kembali Diingatkan Presiden LaLiga Bahwa ESL Belum Musnah Seluruhnya

Javier Tebas, sang presiden LaLiga, mengatakan wacana European Super League belum sepenuhnya berakhir kendati ditinggal sembilan klub penggagas.

12 klub besar Eropa seperti diketahui sebelumnya mengemukakan wacana untuk mengadakan European Super League yang diproyeksikan menjadi tandingan Liga Champions.

Klub-klub itu adalah Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid (Spanyol), Manchester United, Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Liverpool (Inggris), serta Juventus, AC Milan, dan Inter Milan (Italia).

Namun, rencana itu berhenti karena gelombang protes dari suporter dan banyak pihak. Ambruknya wacana European Super League tersebut dimulai dari keputusan enam klub Liga Inggris yang secara berbarengan memutuskan untuk mundur.

Akhirnya langkah mereka diikuti oleh AC Milan dan Inter Milan serta Atletico Madrid. Praktis, hanya tiga klub penggagas yang tersisa, yaitu Real Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Javier Tebas mengatakan mundurnya sembilan klub dari wacana European Super League tidak berarti rencana tersebut bubar sepenuhnya. Tebas secara terbuka juga mencela Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dinilainya secara tidak langsung mendukung European Super League.

“European Super League belum selesai. Secara format mungkin memang sudah selesai. Hanya, European Super League bukan format. Dia adalah konsep ideologi,” kata Tebas, yang dikutip dari ESPN.

“Bahayanya bukan ada di tiga film tersisa, tetapi juga di FIFA,” ucap Tebas menambahkan.

Tebas termasuk salah satu pihak yang sejak awal menentang eksistensi European . . . Gabung . . . Super League. Pendapatnya tidak berubah hingga saat ini.

“Yang paling mengganggu saya adalah mereka berpikir kita semua naif dan bodoh. Tindakan mereka sangat serius dan merupakan kudeta melawan sepak bola Eropa,” ucap Tebas.

Tebas pun ikut memastikan pihak Liga Spanyol akan mendukung keputusan UEFA terhadap Real Madrid, Barcelona, dan Juventus. UEFA sebelumnya mengumumkan bahwa mereka akan melakukan tindakan disiplin kepada ketiga klub tersebut.

“LaLiga akan menghormati apa pun keputusan UEFA, terlepas dari apakah keputusan itu memengaruhi klub Liga Spanyol. Hal ini bukan soal kebangsaan, ini soal fakta dan tindakan mereka,” ujar Tebas.

“Dalam pernyataan yang dikeluarkan ketiga klub, mereka masih mencoba mengajari kami soal bagaimana sepak bola harus dimodernisasi atau justru hancur.”

“Presiden Real Madrid, Barcelona, dan Juventus tidak akan memberikan pelajaran ke kita semua. Tidak benar bahwa sepak bola akan hancur,” ucap Tebas menambahkan.

x

Check Also

Solskjaer Ternyata Sudah Yakin MU Bakal Menang Lawan Villarreal

Manchester – Manchester United berhasil menang dramatis dengan skor 2-1 saat menjamu Villarreal di Old ...