Home > Berita Liga Spanyol > Zidane Terselamatkan Kariernya di Madrid Berkat Keberuntungan

Zidane Terselamatkan Kariernya di Madrid Berkat Keberuntungan

Pada awal musim keadaan Zinedine Zidane di raksasa LaLiga Spanyol, Real Madrid, sempat terancam sepanjang hasil tak menentu musim ini. Terancam oleh Florentino Perez, ia pun menyebut kariernya terselamatkan akibat dari hal tak terduga.

Nama besar pelatih berkepala plontos itu terlihat ketika jalani debut perdana pelatih kubu putih gantikan Rafael Benitez pada 2016 lalu. Menggerakan pemain-pemain Los Galacticos, pencapaiannya tergolong sangat pesat.

Ya, kombinasi serangan trio BBC berupa Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale, kemudian trisula lini tengah oleh Casemiro, Luka Modric, serta Toni Kroos membuat segalanya jadi mudah. Sembilan trofi langsung penuhi brankas di Santiago Bernabeu.

Tiga gelar Liga Champions secara beruntun yang juga rekor dunia baru membuat nama besar Zidane tak bisa dianggap sebelah mata. Sayangnya, ketika Ronaldo pergi ke Juventus, ia juga putuskan pensiun dari klub LaLiga Spanyol tersebut.

Ketika Santiago Solari dan Julen Lopetegui terkesan gagal, pelatih asal Prancis ini pun kembali dipanggil Florentino Perez. Sempat memenangkan liga dan Supercopa de Espana musim lalu, kali ini pencapaiannya tak seberuntung itu.

Tersingkir secara memalukan di Copa del Rey lawan tim kasta tiga, Alcoyano, berlanjut hampir tersingkir dari babak grup Liga Champions, buat nasib sang pelatih diujung tanduk. Nama legenda Raul dan Massimiliano Allegri pun dirumorkan jadi penggantinya.

Adapun kariernya bisa lebih terjamin ketika akan bereuni dengan Ronaldo sekaligus gantikan Andrea Pirlo di Juventus. Mendapati masa depannya dipertanyakan, Zidane pun tak mengelak saat berkata keberuntungan yang buatnya bertahan.

Zidane Jawab Alasan Ia Masih Bertahan di Real Madrid Berkat Keberuntungan

“Anda tak tahu segalanya . . . Gabung . . . ketika masih terpaku dengan topik penyingkiran Zidane di masa lampau. Lihat, saya masih di sini. Saya tak tahu apa yang akan terjadi pada tiga bulan atau setahun kedepan, saya akan fokus dengan laga,” ucapnya dilansir Daily Mail.

“Apakah saya beruntung? Ya, berada di klub hebat memang demikian. Intinya saya bukan pelatih terbaik, begitupun pelatih yang erat dengan makna bawa bencana. Yang terpenting, saya akan berikan 100 persen untuk para pemain,” imbuhnya.

Walaupun penuh tekanan atas berbagai kegagalan musim ini, secara ajaib pelatih berusia 48 tahun itu sukses bangkitkan taji Real Madrid. Buktinya saja bisa dilihat ketika lolos ke semifinal Liga Champions dan pecundangi Barcelona dua kali di liga domestik.

Kondisi ini lantas kian perkuat kans Los Blancos raih double, terutama kemenangan trofi Si Kuping Besar secara perdana tanpa sosok Ronaldo. Melihat keberhasilan ini, tentu juga bakal buat Florentino Perez berpikir dua kali untuk mengganti pelatihnya.

Tak cuma pentas Eropa, Zinedine Zidane pun bisa buktikan kemenangan gemilang Real Madrid di LaLiga Spanyol. Yakin kandaskan Getafe di laga lanjutan, ia yakin sumbangkan gelar lagi bersama Karim Benzema dan koleganya.

x

Check Also

De Jong Ungkap Alasan Depay Mudah Melebur Dalam Tim Barcelona

Frenkie de Jong mengungkapkan hal yang membuat rekan anyarnya di Barcelona, Memphis Depay, bisa melebur ...