Home > Berita Liga Champions > Tanpa Lewandowski, Mampukah Bayern Munchen Kalahkan PSG

Tanpa Lewandowski, Mampukah Bayern Munchen Kalahkan PSG

Bencana besar sedang menerpa Bayern Munchen jelang bentrok dengan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions.

Virus FIFA merupakan istilah yang biasanya merujuk pada banyaknya pemain bintang dari suatu klub mengalami cedera selama jeda internasional ketika sedang membela negaranya. Mengakibatkan klub induk dari pemain tersebut yang mengalami kerugian.

Kali ini Virus FIFA itupun menyerang Bayern Munchen, sang juara bertahan Liga Champions yang tengah berusaha untuk memertahankan gelar juara Liga Champions.

Robert Lewandowski sudah dipastikan absennya hingga sebulan penuh, yang akan menjadi kerugian besar bagi Bayern Munchen. Karena Lewandowski adalah striker andalan dan sumber utama gol dari Bayern Munchen.

Pelatih Bayern Munchen, Hansi Flick pasti pusing kalau ia tak bisa memainkan Lewandowski hingga sebulan ke depan. Soalnya, itu artinya Lewandowski akan absen membela Bayern Munchen melawan PSG di babak 8 besar Liga Champions.

Baca Juga : Jelang Pertemuan Di Liga Champions, PSG dan Bayern Munchen Beda Nasib

Lewandowski dipastikan absen membela Bayern Munchen dalam 2 leg melawan PSG. Apalagi PSG bukan lawan sembarangan, mereka baru saja membantai Barcelona di babak 16 besar.

Lagipula, PSG adalah lawan terakhir yang harus dikalahkan oleh Bayern Munchen di babak final Liga Champions musim lalu. Hansi Flick tentu sadar betapa sulitnya Bayern Munchen saat mengalahkan PSG musim lalu.

Saat itu, sudah ada Lewandowski sekali pun, Bayern Munchen tetap hanya bisa menang susah payah, 1-0 atas PSG. Kini dengan absennya Lewandowski dalam 2 leg, bagaimana cara Bayern Munchen mengalahkan PSG di 8 besar Liga Champions?

Sebenarnya Hansi Flick memiliki 3 opsi untuk membuat Bayern Munchen tetap bisa mengalahkan PSG meski tanpa Lewandowski. Pertama adalah menggantikan Lewandowski dengan Eric Choupo-Moting.

Tentu menjadi pertanyaan apakah cara ini berhasil mengingat rekam jejak Choupo-Moting sebagai pemain terdegradasi bersama Stoke City. . . . Gabung . . . Nah, disini kemenangan Bayern Munchen atas RB Leipzig akhir pekan lalu, bisa dikatakan berhasil dan menjadi parameternya.

Soalnya saat itu, Choupo-Moting dimainkan sebagai striker utama menggantikan Lewandowski. Meski gagal mencetak gol, tapi hasil akhirnya Bayern Munchen bisa menang melawan RB Leipzig yang bukan tim sembarangan di Bundesliga Jerman.

Jika Hansi Flick tidak mau bertaruh dengan memainkan Choupo-Moting yang kualitasnya pas-pasan, maka memasang Serge Gnabry bisa jadi solusi. Namun ingat, Gnabry bukanlah seorang striker murni. Disinilah trik False Nine digunakan maka Gnabry bisa bertindak sebagai pengganti Lewandowski. Taktik menggunakan false nine sedang ngetrend lagi setelah melihat bagaimana perkasanya Manchester City di Liga Inggris.

Sangat terbuka kemungkinan false nine bisa diterapkan juga oleh Hansi Flick untuk mengalahkan PSG. Apalagi tugas Hansi Flick dipermudah dengan fakta kalau Gnabry sudah bermain sebagai false nine di Timnas Jerman bersama Joachim Low.

Terakhir, jika riskan memberikan peran besar bagi pemain muda seperti Gnabry. Maka Hansi Flick bisa memakai opsi lain dengan menggunakan Thomas Muller sebagai false nine yang tentu jauh lebih berpengalaman ketimbang Gnabry, apalagi spesifikasi kemampuannya sangat mendukung kinerjanya sebagai false nine. Yaitu, Muller ini dikenal sebagai penafsir ruang sehingga mudah saja baginya menemukan celah di pertahanan PSG.

Pada akhirnya Bayern Munchen jelas dirugikan dengan absennya Lewandowski akibat jeda internasional. Tapi percayalah, dengan kejeniusannya, Hansi Flick pasti bisa menemukan solusi untuk membawa Bayern Munchen singkirkan PSG di Liga Champions.

x

Check Also

Menangi Liga Champions, N’Golo Kante Justru Ogah Cium Trofi

Jakarta – Chelsea berhasil memenangkan trofi Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Manchester City dengan ...