Home > Berita Liga Eropa > Slavia Praha Menolak Berlutut Terkait Kasus Rasisme

Slavia Praha Menolak Berlutut Terkait Kasus Rasisme

Sebelum kick-off saat melawan Arsenal di leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat (9/4/2021) dini hari WIB, Slavia Praha memilih tidak berlutut.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari tudingan rasisme yang dilakukan bek Slavia Praha, Ondrej Kudela terhadap pemain Rangers FC, Glen Kamara, bulan lalu. UEFA sedang menyelidiki kasus tersebut dan untuk sementara menghukum Kudela satu laga yang membuatnya absen di laga kontra Arsenal.

Sebelum laga seperti biasanya, para pemain melakukan ritual berlutut untuk mendukung kampanye Black Lives Matter yang dilakukan sejak Juni, tapi Slavia memutuskan tak melakukannya.

Baca Juga : Bellerin Akan Balaskan Dendan Di Praha

Di laga sebelumnya kontra Rangers pada babak 16 besar, Kudela disebut telah menyebut Kamara dengan kalimat “F***** monkey”, yang memicu keributan di lapangan.

Pelatih Rangers Steven Gerrard dibuat murka atas insiden tersebut dan para pemainnya murka dan menuntut keadilan dari UEFA. Komite Disiplin UEFA sendiri telah menerima laporan pertandingan tersebut dan kini dalam pembahasan.

Hasil penyeledikan dipercaya akan dipublikasikan minggu depan, dan bisa jadi pada hari leg kedua pertandingan perempat final melawan Arsenal di Praha. Dimana pada pertama duel di Stadion Emirates, kedua tim bermain seri 1-1.

Sebelumnya juga ada seruan untuk mendiskualifikasi Slavia Praha dari Liga Europa setelah sejumlah fans klub Ceko itu membentangkan spanduk rasis terhadap Kamara.

Pada spanduk tersebut tertulis “Kamara hanya seorang N****”, yang diunggah di media sosial pada Jumat malam.

Aksi itu pun mendapat kecaman dari ketua Slavia Praha, Jaroslav Tvrdik, yang melabelinya sebagai hal “menjijikkan” dan “menyedihkan”.

x

Check Also

Kebiasaan Arsenal Selalu Lebih Bagus Pada Turnamen Piala Daripada Liga

Langkah Arsenal ke semifinal Liga Europa 2020/21 membuktikan satu hal. Tim Mikel Arteta punya kebiasaan ...