Home > Berita Bola > Bola Internasional > Ramalan Wenger Tentang Liga Super Eropa Menjadi Kenyataan

Ramalan Wenger Tentang Liga Super Eropa Menjadi Kenyataan

Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal, pernah meramal tentang ide Liga Super Eropa empat tahun silam yang kini menjadi kenyataan. Enam tim papan atas Liga Inggris, Manchester United, Liverpool, Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Chelsea baru saja menandatangani  kesepakatan untuk berniat tampil di Liga Super Eropa.

Proposal Liga Super Eropa ini sebenarnya masih di kecam secara luas. Pihak Liga Inggris, FA, UEFA bahkan pemerintah Inggris sudah menyatakan menentang gagasan tersebut.

Gagasan Liga Super Eropa yang menjadi polemik saat ini rupanya telah lama diprediksi oleh Arsene Wenger, yang pernah menukangi Arsenal selama 22 tahun lamanya. Sepanjang waktunya di Emirates, Wenger dikenal sebagai sosok pelatih bak nabi yang bisa mengindentifikasi tren dalam sepak bola secara global.

Pada 2018 silam, pada konferensi pers terakhir sebelum dia memutuskan pergi dari Arsenal, Arsene Wenger mengatakan bahwa akan ada turnamen serupa Liga Super Eropa yang akan merebut sepak bola domestik di akhir pekan.

Selain itu, pria berusia 71 tahun itu juga menyatakan bahwa fakta itu tak bisa dihindari mengingat klub-klub besar ingin mengeluarkan klub-klub yang lebih kecil dari sejumlah besar pendapatan siaran yang mereka hasilkan.

“Dalam beberapa tahun (ke depan), Anda pasti akan memiliki liga Europa selama akhir pekan,” kata Wenger kala itu, dilansir dari BR Football.

“Itu tidak bisa dihindari. Mengapa? Pertama-tama, membagi uang antara klub-klub besar dan klub kecil . . . Gabung . . . akan menjadi masalah,” jelasnya.

“Klub-klub besar akan berkata: ‘jika dua klub kecil bermain satu sama lain, tidak ada yang mau menontonnya. Orang ingin menonton berkualitas. Jadi kami harus membagikan uang tetapi tidak ada yang tertarik pada Anda,” sambung Wenger.

Jauh sebelum itu, tepatnya pada tahun 2009, Wenger juga pernah mengklaim bahwa klub-klub besar ini ingin mendirikan kompetisi eksklusif demi ingin mendapatkan uang yang lebih besar daripada Liga Champions.

“Mungkin dalam 10 tahun, Anda akan memiliki liga Eropa… uang yang masuk dari Liga Champions tidak akan cukup untuk beberapa klub besar,” tukasnya.

Dugaan bahwa gagasan Liga Super Eropa ini diprakarsai oleh Andrea Agnelli selaku presiden Juventus. Ide tersebut nyatanya diterima oleh sebagian besar klub-klub elit Eropa lainnya. Teranyar, secara serentak 12 tim elit Eropa mendeklarasikan bergabung dan siap menggelar Liga Super Eropa dalam waktu yang belum ditentukan.

Selain keenam tim Liga Inggris di atas, enam klub lainnya dari Spanyol dan Italia, yakni Real Madrid, Juventus, Barcelona, Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Dengan format Liga Super Eropa akan menghadirkan 20 tim yang berkompetisi, maka kini tinggal menunggu 8 klub lainnya untuk sepakat agar turnamen ini bisa segera diselenggarakan pada musim 2023/2024.

Namun, diketahui pula bahwa klub-klub di Bundesliga Jerman sudah menyatakan menolak ikut serta. Peserta di Ligue 1 Prancis juga ikut menolak berpartisipasi.

x

Check Also

Prediksi Ukraina vs Prancis, 5 September 2021, Kualifikasi Piala Dunia 2022

Jakarta – Dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup D hari Minggu (5/9/2021), ...